Kepala Suku Wate Minta Ganti Penjabat Bupati Nabire
NABIRE – Kepala Suku Besar Wate, Alek Raiki meminta kepada Gubernur Papua agar mengganti Penjabat Bupati Nabire dengan pejabat lain ag
NABIRE – Kepala Suku Besar Wate, Alek Raiki meminta kepada Gubernur Papua agar mengganti Penjabat Bupati Nabire dengan pejabat lain agar roda pemerintahan di Kabupaten Nabire tidak terjadi kekosongan penjabat Bupati sehingga pelayanan pemerintahannya normal sebagaimana mestinya. Karena, dengan adanya jabatan rangkap antara pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Papua yang baru dipercayakan Gubernur Papua mempengaruhi efektifitas roda pemerintahan di Kabupaten Nabire.
Kepala Suku Besar Wate Alek Raiki didampingi Juru Bicara Kepala Suku Besar Wate, John F Wayar di Nabire, Rabu (1/9) mengatakan akibat adanya rangkap jabatan di Pemprov Papua, terjadi kekosongan Penjabat Bupati Nabire selama dua pekan ini.
Raiki bersama Juru Bicara, Yohn F Wayar mengatakan permintaan kepada Gubernur Papua untuk mengganti Penjabat Bupati Nabire dengan pejabat lain agar Penjabat Bupati Nabire, dr Anton Toni Mote yang dipercayakan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura dapat konsentrasi dengan baik di tempat penempatan yang baru. Karena, dengan merangkap jabatan, memegang dua jabatan di daerah yang berjauhan akan mempengaruhi konsentrasinya antara tugasnya sebagai Penjabat Bupati Nabire dengan tugasnya sebagai Direktur RSUD Jayapura.
Ia menambahkan, tetapi dengan melepas salah satu jabatan, mengganti jabatan Penjabat Bupati Nabire dengan pejabat lain, Penjabat Bupati Mote akan lebih konsentrasi untuk memimpin RSUD yang baru dipercayakan Gubernur Papua. Sementara di pemerintahan Kabupaten dipimpin oleh penjabat Bupati lain sehingga tidak terjadi rangkap jabatan sehingga Penjabat Bupati Nabire yang baru bisa lebih konsentrasi memimpin Kabupaten Nabire.
Oleh sebab itu, Alek Raiki didampingi John Wayar meminta agar Gubernur Papua menunjuk salah satu pejabat entah dari Nabire atau Jayapura sebagai Penjabat Bupati Nabire yang terus berada di tempat tugasnya di Nabire. Gubernur Papua diminta untuk menunjuk Penjabat Bupati Nabire yang baru agar pelayanan pemerintahan di Kabupaten Nabire berama penjabat bupati tidak terkendala seperti yang terjadi selama dua pekan terakhir ini. (ans)
Bagikan artikel ini



