NABIRE - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Jull Eddy Way, S.Sos, mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu sistem sinkronisasi data. Salah satu tujuannya, ketika ada bantuan di tahun 2025, lebih mudah dan lebih bagus, dalam penyelarasan data-data yang nanti akan dijadikan satu pusat dan satu Indonesia. Hal ini seperti terungkap saat kegiatan di Hotel Mahavira II, Kamis (27/02/2025) pekan lalu.

"Misalnya kita berbicara inovasi untuk memajukan pendidikan, kita harus meriset dulu. Apa kebutuhan dan apa yang harus kita gali, sehingga muncul inovasi. Di situ kemudian kita serahkan kepada pimpinan daerah, dan pimpinan akan perintahkan berdasarkan kewenangannya. Dan kepala dinasnya mengerjakan inovasi tersebut," ucapnya.

Hal ini juga berlaku tidak saja untuk bidang pendidikan tetapi juga bidang kesehatan, sosial, pemuda olahraga. Karena untuk memajukan daerah, kata dia, ada dua kata, yakni riset dan inovasi. Katanya, tidak ada namanya inovasi tanpa riset, riset harus ada inovasi.

“Bagaimana kita bisa memadukan itu, riset tidak ada pada kami, riset itu ada di kampus, yang ada pada kami uang, kewenangan. Kami bawa dua itu meminta teman-teman di kampus, tolong riset sektor ini dan tolong riset sektor ini," ucapnya.

Dari hasil riset itu, kata dia, lahirlah inovasi. Inovasi ini diserahkan kepada dinas terkait lalu disampaikan ke gubernur dan gubernur perintahkan kepala dinas, segera menerjemahkan hasil inovasi ini. (feb)