NABIRE - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Nabire, H. Putra, memberikan pembekalan penting bagi para calon jemaah haji di Islamic Center pada Senin, (09/02/2026). 

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar kesiapan finansial, melainkan sangat bergantung pada kondisi kesehatan fisik. 

Mengingat rangkaian ibadah di Tanah Suci memerlukan energi yang besar, jemaah diminta menjaga stamina agar seluruh prosesi dapat berjalan maksimal.

H. Putra juga menjelaskan transisi kelembagaan dengan terbentuknya Kementerian Haji dan Umroh sejak 26 Agustus 2025. Pembentukan kementerian baru ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan haji yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Agama. 

Langkah ini diambil bukan karena kinerja instansi sebelumnya tidak baik, melainkan untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan mulai dari tingkat daerah, keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke tanah air.

Untuk wilayah kerja, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nabire memegang tanggung jawab yang cukup luas mencakup enam kabupaten. Selain Nabire, wilayah kerja tersebut meliputi Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Waropen. Hal ini menunjukkan peran strategis kantor daerah dalam mengoordinasikan jemaah dari berbagai titik di wilayah adat Meepago dan sekitarnya.

Jemaah haji sangat disarankan untuk mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan secara intensif. H. Putra berharap melalui manasik ini, para jemaah memiliki bekal ilmu yang cukup sehingga saat berada di tanah suci, mereka dapat beribadah dengan penuh keyakinan. Pemahaman tata cara ibadah yang benar menjadi kunci agar jemaah tidak ragu dalam menjalankan setiap rukun haji.

Terkait regulasi terbaru, ditegaskan bahwa terdapat aturan masa tunggu pendaftaran ulang bagi mereka yang sudah pernah menunaikan haji. Kini, seseorang baru diperbolehkan mendaftar kembali setelah 18 tahun dari waktu kepulangannya. 

Aturan ini bertujuan memberikan kesempatan lebih luas bagi calon jemaah yang belum pernah berangkat sama sekali, mengingat antrean yang semakin panjang.

H. Putra juga menitipkan pesan persaudaraan agar jemaah saling menjaga satu sama lain, terutama bagi yang muda untuk mengayomi jemaah lanjut usia. 

Solidaritas antar jemaah sangat diperlukan karena kondisi fisik setiap orang berbeda-beda. Jemaah yang memiliki pemahaman manasik lebih baik diharapkan dapat membimbing rekan sejawat yang membutuhkan bantuan selama di perjalanan.

Berdasarkan jadwal terbaru, jemaah asal Kabupaten Nabire direncanakan masuk dalam Kloter 27 dan dijadwalkan masuk asrama haji pada 10 Mei 2026. Selama di Arab Saudi, jemaah diingatkan bahwa mereka membawa nama baik daerah dan bangsa. Oleh karena itu, perilaku dan adab selama berada di negara orang harus dijaga dengan baik demi martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

Pihak kementerian juga memberikan imbauan khusus terkait penggunaan media sosial. Jemaah diminta untuk fokus beribadah dan tidak terlalu sibuk membuat konten atau dokumentasi yang tidak relevan dengan ibadah. Dokumentasi pribadi diperbolehkan hanya sebagai obat rindu di masa depan, namun jangan sampai mengganggu kekhusyukan atau menjadi ajang pamer di dunia maya.

Terkait masa tunggu, jemaah yang berangkat tahun ini merupakan mereka yang telah mengantre sejak Juni hingga Oktober 2013, atau sekitar 13 tahun masa penantian. 

Saat ini, estimasi antrean haji untuk Provinsi Papua telah mencapai 26 hingga 28 tahun. Meskipun waktu tunggu sangat lama, masyarakat diminta untuk tidak berkecil hati dan tetap memiliki niat yang kuat untuk mendaftar.

Sebagai penutup, H. Putra mengajak seluruh umat Muslim yang sudah mampu secara finansial dan kesehatan untuk segera mendaftar tanpa menunda-nunda. Sesuai tuntunan agama, ibadah haji adalah kewajiban bagi yang mampu. "Jika syarat kemampuan sudah terpenuhi, jangan menunda pendaftaran, karena panggilan Allah harus disambut dengan kesiapan sedini mungkin," pungkasnya.(amd)