PANIAI - Minimnya tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Paniai menjadi satu dari sejumlah faktor penyebab pelayanan kesehatan tidak berjalan optimal. Bahkan masyarakat di daerah terpencil seperti di Distrik Duma-Dama, Dogomo, Youtadi, Bayabiru dan Distrik Siriwo mengalami kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Tentu persoalan tersebut tak ada pemecahan hingga berbuntut panjang. Konon Pemda Paniai saat ini sedang mencari jalan keluar, agar semua masyarakatnya menikmati pelayanan kesehatan yang memadai. 

Satu langkah positif Pemda nyata ketika Bupati Paniai, Meki Nawipa didampingi Sekda Paniai, Anwar Damanik, SSTP menjemput langsung kedatangan 54 Nakes bersama satu pendamping Tim Nusantara Sehat Bed 18 Kemenkes RI, Ratna di Bandar Udara Nabire, Sabtu (4/9/21).

Bupati Meki sangat menyambut baik kedatangan 54 Nakes karena kehadiran mereka turut membantu optimalkan layanan kesehatan di Kabupaten Paniai. 

“Semua ini rencana Tuhan, adik-adik yang datang dari jauh menjadi tenaga medis di Paniai untuk tolong masyarakat di Kabupaten Paniai,” kata Bupati Meki sambut haru mereka sembari memberikan kejelasan letak geografis dan suhu di wilayahnya.

Dikatakan Meki, lantaran kekurangan tenaga medis di Paniai sehingga Pemda telah bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program Nusatara Sehat (NS).

“Langkah ini adalah upaya kami untuk memenuhi (menutupi) kekurangan tenaga kesehatan (medis), agar akses kesehatan bisa terlayani untuk masyarakat Paniai,” katanya.

Untuk itu, Bupati Meki menyampaikan terima kasih, dan mengajak bersama-sama pemerintah daerah dapat bersinergi dalam memberikan mutu layanan kesehatan kepada masyarat Paniai. 

Pendamping Tim Nusantara Sehat Bed 18 Kemenkes RI, Ratna mengatakan, untuk kabupaten Paniai mendapat kuota 54 Nakes dan mereka terdiri dari Dokter, Bidan, Perawat, Kesehatan Masyarakat, Tekni Barotero Medik, Farmasi dan  akan bertugas di 8 Puskesmas di Paniai.

“Iya mereka akan membantu pelayanan di puskesmas yang sangat terpincil dan terpincil,” sahut Ratna kepada Papuapos Nabire. (eby)