NABIRE – Keluarga Yamban sebagai pihak yang melakukan pemalangan terhadap Kantor Bank Papua Cabang Nabire terkait sengketa lahan kantor itu, merasa kaget mendapatkan surat undangan dari Polres Nabire untuk kepentingan klarifikasi. Seperti yang ditunjukkan oleh Semuel Yamban, undangan klarifikasi atas laporan polisi nomor LP/B/289/VII/2023/SPKT/RES NABIRE/PAPUA tanggal 26 Juli 2023 tentang pemerasan, ditujukan kepada Merpati Yamban. Dalam surat undangan itu disebutkan untuk menghadiri klarifikasi pada Jumat (28/7/23) pukl 09.00 WIT di ruang Pidum Sat Reskrim Polres Nabire.

Kepada media ini, Semuel Yamban mengatakan, keluarga kaget dengan surat undangan yang tertulis pemerasan. Kata dia, laporan pemeresan ini pihaknya ingin mempertanyakan kepada pihak kepolisian untuk menjelaskannya.

“Pemerasan keluarga Yamban kepada Bank Papua itu kapan dan kami keluarga datang tidak memeras bank. Kami datang palang Bank Papua ini karena hak kami yang Bank Papua belum bayar dan hanya meninggalkan janji sebagai jaminan,” ujarnya. 

Kata dia, pihaknya meminta kepada pihak Bank Papua pada tanggal 24 malam untuk memberikan keterangan atas tanah ini dan bisa jelaskan tentang status hak ulayat yang dipakai pihak Bank Papua sampai saat ini.

Lanjut dia, pihaknya ingin klarifikasi dengan Kepala Bank Papua sehingga dirinya menjelaskan bagaimana penyelesaiaan tanah ini. Artinya kapan, hari apa, Bank Papua membayar. Karena pihaknya sudah menunggu selama 15 tahun.

“Kami dari keluarga melihat surat yang sudah tertera jelas dari pihak kepolisian tentang pemerasan. Pemerasan ini kapan kami lakukan ? Kami keluarga minta agar besok hadirkan Kepala Bank Papua Nabire untuk menjelaskan terkait surat pemerasan ini,” ujarnya. (rob)