NABIRE - Keluarga besar persatuan warga Sinjai Bulukumba atau biasa disebut To'SIBA Kabupaten Nabire, Minggu (21/1) pagi kemarin memperingati hari kelahiran Rasullollah (Maulid Nabi) Muhammad SAW, 1439 Hijriah, bertempat di rumah salah satu warganya, Kahat Shabru/Warni Jalan Ambon Kelurahan Kalisusu, Nabire.  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh persatuan warga To’SIBA yang berdomisi di Kabupaten Nabire dengan dibuka pembacaan Kalam Ilahi dan Saritilawah dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan beberapa perwira/pejabat teras Polres Nabire serta Paniai ini bertemakan ‘Jalin Kebersamaan, Ayo Bangun Nabire’ dengan sub tema ‘Mari Jadikan Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Untuk Meneladani Kehidupan Rasullullah sebagai Uswatun Hasanah’. Sebelum penyampaian hikmah Maulid Nabi oleh Haji Muhammad Hasan Bisri, S.Ag, Sc, dan sambutan dari perwakilan Ketua BPD KKSS Kabupaten Nabire, Ketua Persatuan To’SIBA Nabire Muh. Nasir didamping Sekretarisnya Aswadi Hamid mengatakan, kami patut bersyukur, pada hari berbahagia dan insya Allah penuh berkah ini, persatuan To'SIBA Nabire yang terbentuk sejak tahun 2004, mampu menyelenggarakan kembali agenda tahunan To'SIBA berupa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang kesekian kalinya secara berkesinambungan. Hal ini, lanjutnya, merupakan wujud nyata kebersamaan Warga Sinjai Bulukumba yang berdomisi di Kabupaten Nabire. “Persatuan To'SIBA Nabire adalah organisasi pilar dari KKSS Kabupaten Nabire yang memiliki tekad kuat membangun kebersamaan antar warga serta berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah Nabire,” terang Nasir. Kami menyadari, To'SIBA Nabire memang kecil, namun memiliki semangat yang besar, jiwa yang besar. Hal ini katanya, berdasar pada petuah leluhur ‘Punna le’ba kusoronna biseangku, kucampa’na sombalakku, tamassaile punna teai labuang’, berarti bahwa perahu telah didorong, layar telah berkembang, kami takkan berpaling kalau belum tiba di pelabuhan sesuai tujuan. Persatuan To'SIBA Nabire bertujuan menjadi organisasi ataupun wadah pemersatu, berkumpul, saling bersilaturrahmi, saling mengingatkan, membantu tanpa memandang pangkat jabatan dan melepaskan sekat-sekat sosial, sifat egoisme, namun lebih pada mengutamakan kepentingan bersama.  “Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi nennia Sipakkaraja. Yang masuk dan tujuan untuk saling bersilaturrahmi dengan sesama,” seperti terang Kaharuddin, S.Pd pada kesempatan tersebut, ketika mewakili Ketua BPD KKSS Nabire dalam sepatah katanya. Sementara itu, HM Hasan Bisri dalam hikmah Maulid Nabi dan tausiyahnya menekankan apa itu faedah dan tujuan silaturrahmi sesungguhnya, sesuai tema dimaksud dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, harus harus benar-benar baik dilaksanakan, agar dapat pahala dan hasil yang sempurna. “Silaturrahmi sangat perlu dan dalam melaksanakan organisasi itu dan akidah kita harus sama dan melaksanakan iman dan Islam,” jelas Iman Masjid Al Falah ini.  Dimana pun kita berada dan bertemu, kita disunahkan oleh rasulullah untuk berjabat tangan, saling memaafkan dan memberikan salam untuk meningkatkan silaturrahmi. “Fadilah silaturahmi kata rasulullah akan mudahkan/dibukakan jalan rejeki kita. Inti maulid adalah memperingati kelahiran Rasul Nabi Muhammad SAW. Kita dapat memperingati Maulid Nabi dengan jalan atau niat apa saja, baik itu dengan salawat, zikir atau dengan berpuasa dan bersedekah,” urainya. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh persatuan warga To’SIBA Nabire ini, diwarnai pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan pertunjukan vokal grup islami serta kegiatan silaturrahmi warga To’SIBA Nabire dan pembagian ember telur sebagai ritual agama umumnya umat muslim di daerah ini. (wan)