Keluarga Besar Hasjrat Abadi Nabire Gelar Halal bi Halal
NABIRE – Keluarga besar Toyota PT. Hasjrat Abadi Cabang Nabire menggelar acara halal bi halal, Senin (17/6) di ruang kantor PT. Hasjra
Bagikan
NABIRE – Keluarga besar Toyota PT. Hasjrat Abadi Cabang Nabire menggelar acara halal bi halal, Senin (17/6) di ruang kantor PT. Hasjrat Abadi Cabang Nabire. Acara halal bi halal, selain dihadiri karyawan karyawati PT. Hasjrat Abadi Group, juga dihadiri oleh konsumen Toyota di Kabupaten Nabire. Acara yang digelar sejak pukul 16.30 WIT hingga 17.48 WIT, berjalan dengan lancar. Pimpinan PT. Hasjrat Abadi Cabang Nabire, Yacolina P. Allo, dalam sambutannya mengatakan, momen halal bi halal ini kita jadikan sarana bagi kita untuk saling bermaaf-maafan. Ketika di waktu yang sudah berlalu ada salah paham maupun ada salah kata di antara kita, lanjut Yacolina, saat ini menjadi kesempatan yang baik bagi kita untuk saling memaafkan. Acara halal bi halal juga diisi dengan ceramah agama oleh Ustad H. Umar Akib, S.Ag. Dalam ceramahnya disampaikan, istilah halal bi halal ini adalah bahasa arab, sama artinya dengan silaturahim. Halal bi halal kita maknai apa tujuan dan maksudnya sehingga halal bi halal diadakan hampir semua perusahaan dan instansi. Intinya, acara ini dilakukan untuk membuat hati kita merasa sejuk, aman dan nyaman. Karena salah satu faktor ketidakberhasilan suatu pekerjaan disebabkan oleh gangguan hati. “Banyak orang yang matanya sakit, tangannya kurang berfungsi, tidak menghalangi untuk melakukan pekerjaan. Sebaliknya, banyak orang yang matanya tidak masalah tangannya aktif bekerja tapi akibat gangguan hati jadi penyebab beraktifitas tidak nyaman,” ujarnya. Dirinya mengkisahkan ketika beribadah haji di tahun 2007 lalu. Dirinya mendapatkan siraman rohani dengan kata, “Hati-hati dengan hati, jangan sampai hati rusak akibat hati orang yang tidak berhati-hati.” Teramat penting kita untuk menjaga hati, aktifitas yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, 90 persen diakibatkan karena pengaruh hati. Dalam satu kajian islam mengatakan, hati-hatilah dengan diri kalian sendiri, karena pada diri setiap manusia ada segumpal daging dan segumpal darah. Manakala segumpal daging atau darah baik, maka aktifitas semua menjadi baik. Sebaliknya, jika segumpal daging atau darah merasa tidak baik, maka jangan berharap aktifitas yang kita lakukan bernilai baik. “Segumpal daging dan segumpal darah itu adalah hati. Jadi setiap manusia dengan hati yang dimiliki untuk selalu banyak istigfar dan zikir merupakan upaya untuk bersihkan hati,” tuturnya. Lebih lanjut dikatakan, apapun kesalahan yang pernah kita lakukan lepaskanlah supaya tidak menjadi beban pikiran yang menjadi penyebab munculnya dendam. Dalam islam memberikan semangat dengan istilah, orang yang memberikan maaf lebih baik dari orang yang meminta maaf. Memberi maaf jauh lebih terhormat daripada orang yang memberi maaf. “Artinya, ketika ada diantara kita pernah melakukan kesalahan, ketika minta maaf kita terima dan jangan disimpan. Ketika menerima uluran tangan permintaan maaf, kita memaafkan maka kita lebih mulia dari orang yang meminta maaf,” tambahnya. Kata dia, ada penyakit yang menimpa NKRI yang jadi penghambat majunya perkembangan, yakni masalah kedisiplinan. Terkadang hal ini kita anggap biasa, padahal ini adalah kesalahan tidak dibenarkan untuk diikuti. Karena salah satu faktor kemajuan seseorang untuk menuju prestasi yang terbaik mana kala kedisiplinan yang dijadikan tolak ukur utama dan kejujuran dijadikan pelengkap untuk aktifitas. “Ada bebrapa hal yang kita jadikan budaya agar kinerja jauh lebih baik, salah satunya budayakan rasa malu,” tuturnya. (feb/ros)
Bagikan artikel ini



