NABIRE - Walaupun baru satu tahun ada bantuan dana Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, namun dinilai dengan kehadiran dana bantuan itu dapat mengurangi beban orang tua/wali murid di sekolah swasta.

Di mana pemberian bantuan Bosda itu diberikan berdasarkan jumlah anak, di mana per anak diberikan dana Bosda sebesar Rp1.500 ribu rupiah per anak, dengan harapan dana ini dapat menjawab kebutuhan anak di sekolah, seperti pembelian baju seragam, buku, tas dan kebutuhan anak sekolah lainnya.

“Sesungguhnya dana Bosda yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tidak bisa untuk belanja modal, tetapi hanya bisa digunakan untuk belanja kebutuhan anak sesuai dengan ketentuan Juknis yang telah berlaku,” demikian dikatakan Kepala sekolah SMA Bhakti Mandala Nabire, Agustinus Ambadatu, M.Pd, kepada Papuapos Nabire, Rabu (1/4/26) kemarin.

Lanjut Ambadatu, dana BosDa punya petunjuk dan Juknis yang sangat jelas, sehingga tidak bisa diotak-atik lagi oleh pihak sekolah, sehingga dengan kehadiran dana Bosda ada sejumlah pungutan sekolah selama ini dihilangkan, tetapi juga ada yang hanya dipotong separuhnya. 

Misalnya pungutan dana partisipasi ujian yang selama ini diminta per anak Rp300 ribu, kini hanya diminta Rp150.000 saja. Sementara pungutan dana partisipasi semester dan pungutan dana foto bagi kelas XII dihilangkan alias digratiskan.

Dengan demikian selaku kepala sekolah menilai dengan adanya dana Bosda sangat membantu orang tua wali murid di sekolah–sekolah swasta secara khusus sekolah sawsta yang kurang jumlah muridnya.(des)