NABIRE - Kedatangan Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, memimpin perayaan Ekaristi penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Katolik Paroki ST. Yosep Nabire Barat, Senin (23/3/26) disertai dengan diberkati 20 akolit serta pemberkatan tempat tanam lonceng gereja.

Uskup Timika dijemput dengan tarian adat dengan pakaian adat masing- masing suku yang berdomisili di Paroki ST. Yosep Nabar suasana penuh meriah. 

Uskup Timika didampingi para pastor, dewan paroki, panitia krisma serta segenap umat turut mengikuti perayaan ekaristi ini.

Informasi dihimpun media ini ada sebanyak 85 orang menerima Sakramen Krisma dalam perayaan suci tersebut, sekaligus diberkati 20 akolit dan juga pemberkatan tempat tanam lonceng gereja.

Sebelumnya mereka calon menerima krisma telah mempersiapkan dengan seksama oleh pastor paroki serta para pembina gereja.

Dalam homili Uskup Bernardus Bofitwos Baru mengatakan, perayaan kali ini juga mengangkat tema penting terkait martabat Perempuan. Uskup menjelaskan bacaan pertama (Daniel 13:41c-62 dan bacaan kedua Injil Yohanes (8:1-11) akan mengisahkan tentang perempuan yang sering korban dan obyek kaum pria.

Padahal mereka adalah ibu yang melahirkan kehidupan. Uskup juga menyampaikan di Papua sebelum adanya pendidikan formal yang dibangun oleh misionaris ada pendidikan adat, namanya insiasi.

Setelah ada insiasi perempuan untuk laki-laki dalam insiasi ini mereka diajarkan bagaimana perempuan sejati dan bagaimana seorang menjadi ibu.

Namun pendidikan ini telah menjadi krisis telah kemajuan zaman.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Timika memberkati sebanyak 20 akolit Paroki ST. Yosep Nabar demi kelancaran pelayanan liturgi ekaristi petugas untuk melayani atau membantu pelayanan menerima komuni di pusat paroki hingga di Stasi/Kombas di wilayah kerja Paroki ST. Yosep Nabar.

Seusai memimpin perayaan suci, Uskup Bernardus, dilanjutkan pemberkatan tempat tanam lonceng gereja dan pergi jalan mengunjungi ke tempat tenda masing-masing Kombas yang telah disiapkan untuk berkat menu dan umat hingga penuh meriah ditandai waita atau sambil menari gaidai.(modes)