NABIRE – Pengumuman hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 untuk Kabupaten Nabire, menuai banyak protes.

Sejumlah kejanggalan terlihat pada hasil seleksi yang telah diumumkan Jumat (21/8) pekan lalu.

Kejanggalan yang didapati diantaranya ada nama dobel yang lulus, ada nomor peserta milik orang lain namun nama yang keluar orang lain, dan sejumlah kejanggalan lainnya.

Imbas dari adanya sejumlah kejanggalan itu, massa yang kecewa dengan hasil seleksi akan menggelar aksi demo damai.

Dikabarkan pagi ini ribuan massa akan menuju Kantor DPRD Nabire untuk menyampaikan aspirasinya.

Informasi yang diterima media ini, aksi demonstrasi mempertanyakan kejelasan hasil tes CPNS formasi 2018 di Nabire diwadahi Aliansi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan Nabire, para tokoh adat dan para kepala suku.

Aksi demonstrasi itu merupakan tindakan murni para pencari kerja (Pencaker) dan masyarakat yang beraspirasi mempertanyakan kinerja pemerintah daerah pada bidang terkait.

Ditegaskan, dalam aksi hari ini, tidak ada embel-embel lain.

Tidak ada pikiran pikiran lain, benar-benar murni persoalan hasil tes CPNS.

“Jika ada pihak-pihak yang mencoba mengarahkan atau membuat melenceng situasi ini di Nabire, akan berhadapan dengan massa pendemo atau hukum,” kata Reyner Windesi, wakil ketua 1 kordinator aksi.

Aksi yang akan dilakukan Selasa (25/8) hari ini dengan mengambil titik kumpul di Pantai Nabire.

Dan akan memulai konvoi menuju titik yang telah diatur.

Dalam surat pemberitahuan bernomor AMPK/XX/006/Pemberitahuan/Nabire-2020 yang ditujukan kepada Ketua DPRD Nabire, disebutkan, sebanyak 1.500 orang akan menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Nabire.

Sekedar informasi, pekan lalu ratusan massa juga sempat berkumpul di salah satu rumah ketua koordinator aksi di Kalibobo.

Saat itu massa sempat menyampaikan bukti-bukti adanya kejanggalan hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 Kabupaten Nabire. (eby/ros)