Kecelakaan Rimbun Air, Tak Ada Kaitan TPN/OPM
SUGAPA - Kecelakaan pesawat Rimbun Air dengan kode penerbangan PK OTW 300 yang jatuh di Kabupaten Intan Jaya, sekitar 3,4 KM dari Bandara Bi
SUGAPA - Kecelakaan pesawat Rimbun Air dengan kode penerbangan PK OTW 300 yang jatuh di Kabupaten Intan Jaya, sekitar 3,4 KM dari Bandara Bilogai Sugapa, Rabu pagi kemarin itu tak ada kaitannya dengan TPN/OPM seperti yang sempat diisukan sebelumnya.
Perwakilan Pemkab Intan Jaya dan selaku Ketua Tim Mediasi Konflik Penegakan Hukum di Wilayah Hukum Intan Jaya, Yoakim Mujizau kepada media ini menegaskan, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang menjadi pihak penyewa pesawat tersebut menyampaikan beberapa hal terutama untuk menghentikan berbagai spekulasi dan opini seperti berita-berita online yang beredar dari sumber tidak jelas terkait kecelakaan pesawat tersebut.
Pertama, kami tegaskan bahwa apa yang terjadi pada pesawat Rimbun Air adalah murni kecelakaan dan sementara ini sambil menunggu penelitian lebih lanjut dari pihak berwenang melalui pemeriksaan terhadap Kotak Hitam (Black Box) pesawat tersebut mengalami kecelakaan karena faktor cuaca ekstrim yang terjadi di Bandar Udara Bilogai saat pesawat hendak mendarat.
Kondisi cuaca esktrim berupa awan gelap terjadi saat pesawat hendak mendarat dan saat itu di landasan Bandara Bilogai terdapat satu buah pesawat yang tengah terparkir. Dengan kondisi itu, pilot memilih putar balik untuk memastikan kondisi pendaratan aman dan tampaknya begitu dia hendak kembali ingin mendarat masih dalam kondisi cuaca gelap, pesawat menabrak gunung dan pohon lalu nyungsep ke tanah, sehingga kondisi pesawat saaat ditemukan, moncong pesawat tertanam cukup dalam di dalam tanah.
"Jadi tidak benar dan ini kami tegaskan untuk tidak menduga atau bahkan membangun opini liar bahwa pesawat tersebut ditembak oleh TPN-OPM. Ini sama sekali tidak benar. Kecelakaan pesawat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPN-OPM," tegasnya.
Kedua, kami tegaskan juga bahwa proses evakuasi yang memang sulit dilakukan karena hanya bisa tembus melalui jalur darat, pertama kali dilakukan atas inisiatif masyarakat dibawa pimpinan Pastor Paroki Titigi Yance Yogi Pr dan anggota DPRD Intan Jaya Melianus Belau. Adapun tim Kepolisian dan TNI tiba di lokasi setelahnya dan bersama masyarakat bahu-membahu membantu proses evakuasi korban.
Ditegaskan juga, tidak benar opini liar yang berkembang seakan-akan proses evakuasi berlangsung dramatis karena daerah jatuhnya pesawat merupakan daerah yang dikuasai TPN-OPM. Ini semua tidak benar, justru masyarakat bersama TNI – Polri bekerjasama dengan baik atas nama kemanusiaan untuk membantu secara sukarela proses evakuasi ini.
Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPN-OPM. Termasuk opini yang berkembang bahwa pesawat tersebut membawa bahan makanan untuk prajurit TNI Yonif 501/BY. Karena faktanya adalah pesawat tersebut dipakai oleh Pemda Intan Jaya untuk mengangkut bahan bangunan berupa semen, Triplek, besi, dan bahan makanan untuk masyarakat dalam rangka pembangunan oleh Dinas PU Kabupaten Intan Jaya.
Untuk itu, kami meminta para pihak yang menyebarkan opini-opini liar atau hoaks tersebut untuk stop menyebarkan berita-berita tersebut. Kami tahu, opini-opini tersebut hanya akan menggiring citra yang tidak baik bagi daerah Intan Jaya seakan-akan menjadi daerah konflik yang justru menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Intan Jaya saat ini dalam kondisi sangat kondusif, sehingga kami meminta agar pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa jatuhnya pesawat ini dengan opini sesat agar berhenti menyebarkan hoaks.
Tak lupa di kesempatan tersebut, Yoakim menyampaikan dukacita bagi keluarga korban, yaitu pilot, copilot dan satu orang mekanik yang meninggal dunia dalam kecelakaan ini. Pagi tadi jenasah mereka sudah diterbangkan ke Timika untuk selanjutnya pihak Rimbun Air menerbangkan ke Jakarta dan Kalimantan," imbuhnya. (wan)
Bagikan artikel ini



