Kasus Kematian Dokter Mawarti Diminta Diungkap Penyebabnya
NABIRE - Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire menyampaikan hasil pertemuan pengurus IKT, penasehat IKT dan para tokoh Toraja bersama pihak keluarga almarhumah dr. Mawarti Susanti pada Rabu malam. Pihak keluarga dari almarhumah dr. Mawarti Susanti, dokter spesialis paru, meminta diungkap penyebab kematiannya. Untuk itu pihak pengurus IKT, penasihat IKT dan para tokoh Toraja diminta dan didesak.
NABIRE - Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire menyampaikan hasil pertemuan pengurus IKT, penasehat IKT dan para tokoh Toraja bersama pihak keluarga almarhumah dr. Mawarti Susanti pada Rabu malam. Pihak keluarga dari almarhumah dr. Mawarti Susanti, dokter spesialis paru, meminta diungkap penyebab kematiannya. Untuk itu pihak pengurus IKT, penasihat IKT dan para tokoh Toraja diminta dan didesak.
Sikap pengurus IKT mengharapkan kepada pihak–pihak yang berwenang agar dalam proses kelanjutan dari kasus meninggalnya dr. Mawarti Susanti bisa terungkap secara jelas dan dibuka seluas–luasanya kehadapan publik.
“Kehadiran kami selaku pengurus, penasehat dan para tokoh terdesak oleh permintaan dari keluarga almarhumah dr. Susanti. Untuk itu kami dari pengurus IKT, penasehat maupun para tokoh Toraja yang ada di Kabupaten Nabire tidak sedikitpun mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di pihak kepolisian maupun di pihak lain yang berwenang,” ujar Ketua IKT Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (27/4/23).
Pihaknya mengharapkan untuk masalah kasus meninggalnya dr spesialis paru Mawarti Susanti bisa berjalan sebagaimana mestinya. Karena permintaan keluarga dari almarhumah hanya meminta agar kasus meninggalnya dr. spesialis paru ini harus dibuka seluas-luasnya.
Sehingga selaku ketua IKT Kabupaten Nabire meminta kepada pihak keluarga almarhumah dr. Mawarti Susanti agar tetap bersabar. Sebab kasus kematian dr, Susanti kini sedang dalam tahap proses oleh pihak yang berwajib. (des)
Bagikan artikel ini



