Kasus Jual Beli Sapi Mati Masih Didalami Polisi
NABIRE - Bersamaan dengan maraknya kasus pencurian sapi yang satu persatu tersangkanya sudah berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Nabire, muncul lagi salah satu kasus yang sementara ini masih didalami Satuan Reskrim Polres Nabire, yakni jual beli sapi mati. Namun dari h
Bagikan
NABIRE - Bersamaan dengan maraknya kasus pencurian sapi yang satu persatu tersangkanya sudah berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Nabire, muncul lagi salah satu kasus yang sementara ini masih didalami Satuan Reskrim Polres Nabire, yakni jual beli sapi mati. Namun dari hasil penelusuran dan investigasi sementara, sapi yang telah mati tersebut hanya dijual ke tersangka U (29) beberapa hari lalu. Tersangka U (29) juga sudah berhasil diringkus oleh Tim Buser Reskrim Polres Nabire.
Kasus tersebut terbongkar saat ditangkapnya tersangka SP (50) dan G (53) alias Kucrit. Tersangka mengaku pernah mengetahui bahwa salah satu rekannya, juga pernah menjual sapi kepada tersangka U (29). Menurut keterangan salah satu saksi, S (58) bahwa dirinya pernah membeli sapi mati dari beberapa orang yang mempunyai sapi di daerah SP 3. Dimana kesehariannya, dirinya berbisnis jual beli sapi. S (58) mengaku membeli sapi tersebut, setelah mendengar adanya ternak sapi yang mati di daerah SP 1. Demi meraup untung, akhirnya saksi S (58) mau membeli sapi yang telah mati dengan harga di bawah rata-rata, yakni sebesar 1 Juta rupiah. Kemudian menjualnya kepada tersangka U (29) sebesar 4 juta rupiah. Melihat kondisi sapi yang telah mati pada malam harinya dan dibeli oleh saksi S (58) pada keesokan paginya, tergolong masih belum berbau. Namun apapun itu, hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian pada orang yang mengkonsumsinya. Hingga saat ini, kasus tersebut masih didalami pihak kepolisian Resor Nabire, melalui Satuan Reskrim Polres Nabire. Karena hingga saat ini, dengan maraknya kasus pencurian sapi dan sapi mati di wilayah Nabire Barat, banyak warga masyarakat atau pemilik ternak sapi terpaksa menjual sapinya dengan cepat. Karena takut ternak sapinya dicuri atau diracun oleh pelaku pencurian sapi. Dari sejumlah kasus matinya ternak sapi secara mendadak di wilayah Nabire Barat, membuat Tim Reskrim Polres Nabire harus bekerja ekstra, untuk menyelidiki kasus tersebut. Rata-rata kasus kematian sapi secara mendadak tersebut, yang menurut dugaan sementara mati karena diracun, sangat merisaukan warga masyarakat, terutama konsumen daging sapi dan membuat pemilik ternak sapi harus menjual ternak sapinya secara tiba-tiba, Karena takut sapinya mati secara tiba-tiba. Dan kasus tersebut hingga saat ini, masih dikembangkan oleh pihak Kepolisian Resor Nabire, terhdap matinya ternak sapi secara tiba-tiba. (cad)
Bagikan artikel ini



