Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla di Nabire Tembus 3.079
*Dinkes Imbau Warga Lindungi Diri

*Dinkes Imbau Warga Lindungi Diri
NABIRE - Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire mencatat sebanyak 3.079 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 10 Oktober 2026 pukul 18.00 WIT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 322 kasus merupakan tambahan yang tercatat selama periode 5–10 Oktober 2026, di tengah persoalan polusi udara akibat asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Agustina Elvin, mengatakan penambahan kasus tersebut menjadi perhatian karena paparan asap Karhutla berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026), Agustina menjelaskan berdasarkan rekapitulasi laporan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), jumlah kasus ISPA sebelum periode pelaporan tersebut mencapai 2.757 kasus. Setelah penambahan 322 kasus, jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 3.079 kasus.
Berdasarkan laporan harian, terdapat 81 kasus pada 5 Oktober, kemudian meningkat menjadi 84 kasus pada 6 Oktober. Selanjutnya, tercatat 60 kasus pada 7 Oktober, 53 kasus pada 8 Oktober, 21 kasus pada 9 Oktober dan 23 kasus pada 10 Oktober 2026.
Meski jumlah kasus harian menurun setelah 6 Oktober, kasus baru masih ditemukan hingga hari terakhir pelaporan. Berdasarkan rekapitulasi Fasyankes selama periode 5 hingga 10 Oktober 2026, Puskesmas Kalibumi mencatat jumlah kasus ISPA terbanyak, yakni 102 kasus.
Berikutnya, Puskesmas Karang Tumaritis mencatat 59 kasus, Puskesmas Siriwini sebanyak 46 kasus, Puskesmas Karang Mulia 42 kasus dan Puskesmas Karadiri sebanyak 29 kasus.
Data tersebut menjadi gambaran persebaran kasus yang dilaporkan fasilitas pelayanan kesehatan selama enam hari terakhir dalam periode pemantauan.
Di tengah penambahan kasus ISPA, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara akibat asap Karhutla.
Melalui Posko Informasi ISPA dan Karhutla, masyarakat diingatkan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel yang dapat terhirup dan mengganggu kesehatan saluran pernapasan.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.
Masyarakat diimbau mengurangi paparan asap, terutama ketika kondisi udara memburuk atau asap terlihat semakin tebal. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat serta menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan diingatkan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Upaya perlindungan diri dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi kelompok rentan.
Dengan jumlah kasus ISPA yang telah mencapai 3.079 kasus, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan terus melakukan langkah pencegahan untuk melindungi diri serta keluarga dari dampak polusi udara akibat karhutla. (amd)
Bagikan artikel ini



