Karena Covid, Jika Sekolah Kehilangan Visi Pendidikan
NABIRE – Pengalaman pelajar SMA, SMP, SD yang berkeLiaran pada jam sekolah, Sudah mulai biasa setelah adanya covid-19 ini.Kesan umum m
NABIRE – Pengalaman pelajar SMA, SMP, SD yang berkeLiaran pada jam sekolah, Sudah mulai biasa setelah adanya covid-19 ini.
Kesan umum mereka adalah anak–anak sekolah Hampir mEreka sudah tidak identik mereka adalah anak sekolah.
Jika anak sekolah diberhentikan dari proses belajar dan mengajar di sekolah, Kesan umum yang kita lihat anak berada di jalan dari pada di sekolah.
Menjadi catatan penting bagi kita yang menyaksikan hal itu hanya berlaku bagi anak sekolah ? Guru yang masih mencintai mendidik siswa, mencintai sekolah, sanghat prihatin dengan kondisi itu.
Tak bisa membantu siswa menjadi hidup di sekolah.
Mereka berharap kondisi seperti itu harus berubah di suatu saat dalam pikirnya.
Semua guru berpengalaman menginginkan harus ada perubahan pendidikan di Tanah Papua ini.
“Saya akan berhenti dalam waktu dekat sebagai guru honor dari sebuah sekolah.
Honor insentif saya enam juta rupiah.
Bukan karena alasan uang, bila saya beternak babi saya bisa dapat enam juta itu.
Guru-guru sangat penuh tanggungjawab berdisiplin masuk sekolah tinggi.
Berupaya menjadikan sekolahnya berkwalitas dan bermutu.
Guru yang bersangkutan bisa menggarami masalah yang bisa terjadi di sekolah.
Bagaimana para guru mau mengajar seperti biasanya di sekolah, sebuah keadaan yang tak bisa dibendung,” ujar Pewarta Kampung Putapa, Martinus Kegiye.
Kata dia, semua pelajaran menjadi tugas di rumah (PR), dikerjakan bersama orang tua di rumah.
Lalu bagaimana guru terpaksa melaksanakan ujian nasional dikerjakan di rumah.
Sebagai kesan umum semua sekolah, semua sekolah kelihatan devisit pendidikan.
Sekolah di pedalaman tak peduli dengan mereka lebih banyak menyesuaikan dengan kondisi.
Tak peduli dengan Covid, banyak ploblem.
Sekolah sangat penting, kepentingan masa depan mereka.
Kata Pewarta Kampung Putapa, Martinus Kegiye, sebagai modala bagi siswa didik diajarkan di rumah oleh orang tua.
Dasar menulis, membaca dan menghitung bisa saja menerapkan hal itu dengan anak–anak di rumah melalui alat peraga yang lain belum ada.
Belajar daring dengan HP di pepadalam belum ada.
“Tak boleh sekolah kehilangan visi, banyak metode yang bisa diterapkan di sekolah.
Kondisi umum dialami ASN, pegawai tidah bekerja seperti biasanya.
Pegawai tidak masuk kantor, kebanyakan aktifitas di luar warga belum bebas melakukan kegiatan.
Untuk menggerakan sekolah kehendak cita–cita luhur generasi tua.
Pendidikan sekolah amat sangat penting, semoga kondisi Covid cepat berlalu sekolah seperti biasa,” tuturnya. (don)
Bagikan artikel ini



