Karakter dan Ilmu Jadi Kunci Kemajuan Papua Tengah, Pesan Mendalam Pemprov pada Penamatan Siswa Sekolah Genius

TANGERANG – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam acara Penamatan Siswa Sekolah Genius Angkatan XI Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Ballroom Sekolah Genius Binong, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2026).
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH, yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Marten Ukago, SE., M.Si., menyampaikan pesan inspiratif kepada para lulusan agar mempersiapkan diri menjadi generasi yang membawa perubahan bagi tanah Papua.
Dalam sambutannya, Marten menggunakan filosofi matahari sebagai gambaran harapan besar terhadap masa depan anak-anak Papua yang sedang menempuh pendidikan.
"Matahari itu selalu terbit dari timur, tetapi gunung di bagian timur terlalu tinggi sehingga sinarnya tidak langsung menyinari tanah Papua. Artinya, matahari itu sedang dipersiapkan Tuhan di tempat ini, di Sekolah Genius. Ketika kalian selesai belajar dan kembali ke daerah masing-masing, saat itulah matahari akan bersinar terang menyambut kalian," ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Genius telah menjadi tempat lahirnya generasi muda Papua yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk membangun daerahnya di masa depan.
Keyakinan tersebut semakin menguat setelah dirinya menyaksikan berbagai hasil riset dan inovasi para siswa yang dipamerkan dalam kegiatan Genius Expo selama tiga hari.
"Saya melihat sejumlah riset yang kalian lakukan. Saya terinspirasi melihat otak-otak cerdas seperti ini dikumpulkan, dibina, dan suatu saat akan berkolaborasi membangun tanah Papua. Saya yakin Indonesia bagian timur tidak akan tertinggal dari wilayah tengah maupun barat," katanya.
Marten menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda Papua bukan hanya keterbatasan fasilitas, tetapi juga bagaimana menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan.
"Di Papua sekolah memang ada, tetapi terkadang karakter kalah oleh lingkungan. Ketika pulang sekolah, anak-anak bisa terpengaruh hal-hal yang tidak diinginkan orang tua, guru, maupun Tuhan. Di Sekolah Genius ini kalian dibentuk karakternya. Karena itu teruslah belajar dengan sungguh-sungguh," tuturnya.
Ia juga mengisahkan pengalaman masa mudanya yang menempuh pendidikan dengan keterbatasan fasilitas. Namun berkat kerja keras dan ketekunan, dirinya bersama banyak rekannya mampu menjadi pemimpin di daerah.
"Dulu kami sekolah tidak seberuntung kalian. Fasilitas sangat terbatas. Tetapi karena tekun belajar, hari ini kami diberi amanah memimpin daerah. Kalian bahkan bisa melampaui kami jika terus belajar dengan sungguh-sungguh," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Marten juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk terus melanjutkan berbagai program pembangunan sumber daya manusia yang telah berjalan.
"Program yang baik dari pemimpin sebelumnya tidak kami hentikan. Kami terus mendukungnya karena kami sadar pembangunan SDM merupakan prioritas utama," katanya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang turut menghadiri acara tersebut mengaku bangga Kabupaten Tangerang menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak dari wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua dan Maluku.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat merasa bangga saudara-saudara kami dari Indonesia Timur datang ke Kabupaten Tangerang untuk menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik melalui Sekolah Genius," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para lulusan agar terus menjaga semangat belajar, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal dalam meraih cita-cita.
Selain itu, Maesyal memberikan apresiasi kepada Yayasan dan jajaran Sekolah Genius atas dedikasi mereka dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bambang, Ibu Esther, dan seluruh keluarga besar Sekolah Genius yang telah mendidik calon-calon pemimpin bangsa, khususnya dari Indonesia Timur," ucapnya.
Direktur Sekolah Genius, Esther K. Wirawan, menjelaskan bahwa pelepasan peserta didik tahun ini mengusung tema "Kenali Diri, Nyatakan Karya."
Menurutnya, tema tersebut mengajak setiap peserta didik mengenali potensi diri sebagai bekal untuk berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Pendidikan bukan sekadar memperoleh nilai yang baik atau lulus ujian, tetapi membentuk karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih ketangguhan, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa," kata Esther.
Ia menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas VI, IX, dan XII dinyatakan lulus setelah menyelesaikan proses pendidikan selama kurang lebih tiga tahun.
Acara penamatan tersebut menjadi momentum yang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Sekolah Genius dalam mencetak generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan. (ist)
Bagikan artikel ini



