NABIRE – Kamar Adat Pengusahan Papua (KAPP) peduli terhadap warga yang mengamankan diri di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Nabire, Paniai, Mimika dan beberapa daerah lainnya. Data dan informasi yang diterima media ini menyebutkan ada 24 titik berkumpulnya warga Intan Jaya di Kabupaten Nabire. “Sesuai dengan persiapan kami dari Sekretariat KAPP, kami siap menyalurkan Bahan Makanan (Bama) ke titik-titik yang sudah disiapkan. Paling tidak ada 24 titik, yang sudah kami petahkan di Nabire sesuai data yang KAPP rampungkan,” ungkap Ketua Tim, Krismas Bagau. Lanjutnya, bantuan bahan makanan yang disalurkan melalui KAPP Kabupaten Intan Jaya ini dari sponsor atau donatur yang telah membantu dan mempercayakan tim KAPP peduli pengungsi Intan Jaya.  “Tahap pertama siap kami akan salurkan di Nabire, sesuai data yang kami peroleh sebanyak 24 titik. Tahap kedua lagi kami membutuhkan bantuan dari pihak donatur, baik untuk di Intan Jaya maupun di Nabire,” terangnya. Potensi konflik di Intan Jaya sudah, sedang dan terus memungkinkan akan terjadi, sehingga banyak masyarakat mengamankan diri ke Paniai, Nabire, Timika dan beberapa kota yang menurut mereka bisa mengamankan diri. “Intinya kami dari panitia tim KAPP peduli pengungsi Intan Jaya, sudah menyiapkan bahan makanan dan siap disalurkan pada titik-titik yang sudah disepakati sesuai dengan data yang ada,” kata Krismas Bagau. Sementara itu, Ketua KAPP Intan Jaya Henes Sondegau, menyampaikan atas nama panitia KAPP peduli pengungsi Intan Jaya, beserta seluruh pengurus mengucapkan terima kasih kepada semua donatur, baik secara individu atau lembaga yang telah mempercayakan kami untuk salurkan bantuan ini.  “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada donatur. Sesuai kepercayaan yang diberikan kepada kami KAPP, ini adalah langkah awal yang kami akan distribusikan dalam waktu yang segera, kita tidak bisa tentukan kapan namun yang jelas kami akan salurkan segera,” ujar pentolan KAPP Intan Jaya itu. Ditambahkan Henes, kami sudah menerima donasi berupa uang maupun bahan makanan dan kami akan salurkan segera. Untuk jumlah atau uang tunai yang diterima sekitar Rp36 juta lebih dan di Sekretariat KAPP peduli sudah ada 3,45 ton beras dan Supermi 95 karton, sehingga untuk penyaluran tahap pertama ini kami akan fokuskan di Nabire, walaupun banyak yang cari tempat aman di Dogiai, Deiyai, Paniai dan beberapa kota lainnya maupun di distrik kota Kabupaten Intan Jaya, Sugapa. “Paling banyak kita lihat di Nabire sehingga kami petahkan dua titik, yaitu Nabire dan Intan Jaya. Ini adalah langkah awal untuk di Nabire, kita akan berjuang lagi agar selanjutnya difokuskan ke Intan Jaya. Kami telah membentuk panitia dan koordinator sudah melakukan pendataan selama satu bulan lebih dan sudah ada 24 titik,” ungkapnya.  Harapan kami kepada donatur yang sudah berdonasi dan mempercayakan kami bisa menerima dan puas atas apa yang kita akan lakukan. Kami akan mempresentasikan atau mempertangunjawabkan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Panitia tim ini kami bentuk, imbuhnya, karena adanya konflik antara OPM-TPNPB dan TNI/Polri, sehingga mengakibatkan banyak masyarakat mengungsi. kapan tim peduli ini berakhir kita tidak mengetahuinya, karena konflik ini berkepanjangan maka tim ini pun ada terus demi kemanusiaan. “Kami juga akan ada terus untuk masyarakat. Kami tahu bahwa lembaga ini kemitraan dengan pemerintah sehingga kami akan ada terus karena pembangunan di suatu wilayah itu diperankan oleh pemerintah sendiri juga tidak, namun dari lembaga-lembaga kemitraan seperti KAPP juga bisa berperan untuk pembangunan, seperti yang sementara kita lakukan,” pungkas Henes Sondegau.(wan)