NABIRE – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai. Meski situasi wilayah tersebut berangsur kondusif, Polri memastikan kehadiran personel tetap menjadi prioritas utama demi menjamin ketertiban masyarakat.

Terkait status Bawah Kendali Operasi (BKO) di Dogiyai, Kapolda menyatakan bahwa penugasan personel saat ini akan tetap diperpanjang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi kepolisian untuk memastikan situasi keamanan tidak kembali terganggu pasca serangkaian kegiatan pemulihan yang telah dilaksanakan. 

“BKO di Dogiyai masih kita perpanjang, mungkin setelah awal Juli itu kita akan rencanakan untuk aplusan dengan mereka,” ujar Brigjen Pol. Jermias Rontini saat ditemui awak media di Resto Sarikuring, Kamis (11/06/2026). 

Ia menjelaskan meski perkembangan situasi di lapangan menunjukkan tren positif, Polri tidak akan memberikan celah bagi potensi gangguan keamanan. Pemulihan kondisi Dogiyai saat ini disebutnya merupakan hasil dari langkah-langkah preventif yang intensif, seperti patroli rutin dan berbagai kegiatan kepolisian lainnya yang menyentuh masyarakat.

“Dogiyai tidak akan kita biarkan karena situasi Dogiyai memang perlahan, tapi sedikit demi sedikit mulai pulih dengan kegiatan-kegiatan kepolisian yang kita lakukan, patroli dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Mengenai kelanjutan pengamanan pasca berakhirnya surat perintah (sprin) tugas pada Juli mendatang, Kapolda akan melakukan evaluasi komprehensif terlebih dahulu. Pihaknya akan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan untuk menentukan apakah jumlah personel perlu ditambah atau dipertahankan demi menjaga kondusivitas wilayah.

“Cuma karena sprint-nya mereka ini Juli selesai, saya akan pertimbangkan untuk bagaimana kita evaluasi keamanan. Kalau masih perlu berarti kita tetap. Kita haruskan pengamanan kegiatan di Kabupaten Dogiyai,” tutupnya tegas. (amd)