NABIRE - Pada Pertemuan antara Pemerintah Kampung Makimi, masyarakat, para tokoh bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire  Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd bersama dua kepala bidang, pada Selasa (3/9) di aula pertemuan SD YPK Syaloom Makimi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kampung Makimi Lambert Woromboni, S.Ip dalam sambutannya mengatakan, kemajuan dunia pendidikan, bukan semata menjadi tanggung jawab guru di sekolah dan pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua murid dan masyarakat di kampung.Sehingga dengan kehadiran kepala dinas bersama dua kepala bidang pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untuk melihat dari dekat, juga mendapatkan masukan–masukan atau pikiran dari masyarakat Kampung Makimi, sebab maju mundurnya pendidikan di kampung ini tergantung partisipasi dari Ortu dan masyarakat.Dan faktanya dihampir di semua sekolah yang berada di pinggiran ini, kebanyakan guru hadir di sekolah jika ada kegiatan ulangan dan ujian, setelah itu guru pergi meninggalkan tempat tugas alias tidak melaksanakan tugas, sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan oleh guru-guru honor.Dengan demikian ada fakta lain juga yang terjadi atau ada di sekolah–sekolah pinggiran lebih dominan guru honor yang lebih banyak dan betah melaksanakan tugas, sementara guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya satu atau dua orang, sehingga tidak mungkin KBM itu bisa berjalan secara maksimal sesuai harapan bersama.Untuk itu, pada kesempatan pertemuan ini, kepala kepala dinas dan kedua kepala bidang, kami kepala kampung bersama masyarakat meminta adanya tambahan tenaga pengajar atau guru untuk SD YPK Syaloom Makimi dan juga tambahan guru bagi SMP Negeri 3 Makimi.Sebab, selaku pimpinan Kampung Makimi bersama masyarakat hanya bisa mengajak anak-anak kami untuk ke sekolah, akan tetapi yang melaksanakan tugas mengajar itu seorang guru, maka kedepan guru dan masyarakat harus bergandengan tangan dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik.(des)