NABIRE – Kepala Kampung (Kakam) korban pemerasan dengan mencatut jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire melaporkan perbuatan RF Polres Nabire dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pengaduan tersebut disampaikan Kepala Kampung Samabusa, Constan Waray pada, Rabu (29/9) usai konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Nabire, Ishak SE di kantornya.

Kadinsos Kabupaten Nabire, Ishak saat dikonfirmasi tindaklanjut dari pencatutan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire oleh RF untuk mengeruk sejumlah uang kepada Kepala Kampung, mengatakan pengaduannya sudah dilakukan oleh korban, oleh Kepala Kampung Samabusa ke Polres Nabire dan BRI.Sedangkan Ishak sebagai Kepala Dinas sosial mengklarifkasi pencatutan nama jabatan untuk mengeruk sejumlah uang kepada Kepala Kampung oleh RF melalui surat ke Kepala Distrik dan Kepala Kampung se Kabupaten Nabire.

Ishak mengatakan, hari ini, Kamis (30/9) RF tidak melakukan pemerasan lagi kepada kepala kampung di Nabire.

Ketika media ini mengkonfirmasi tindaklanjut dari masalah pencatutan jabatan Kepala Dinas yang terungkap Rabu (29/9), Ishak menjawab sedang ke kampung-kampung untuk memonitor dan mengklarifikasi langsung.

Seperti diberitakan media ini, RF mengeruk sejumlah uang kepada kepala kampung dengan mencatut jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire. RF yang mengaku dirinya sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire meminta untuk menyetor sejumlah uang ke rekeningnya untuk keperluan pengurusan bantuan sosial di Kementerian Sosial RI.

Modus pemerasan ini terungkap setelah Kepala Kampung Samabusa, Constan Waray dan satu aparat kampung dari Distrik Uwapa mengkonfirmasi langsung kepala Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak di ruang kerjanya dengan menunjukkan bukti slip setoran.

Tak hanya Kepala Kampung Samabusa dan aparat kampung di Distrik Uwapa. Seorang Kepala Kampung di Distrik Mora juga nyaris jadi korban pemerasan. Tetapi, cerdasnya Kepala Kampung di Mora, tidak langsung menyetor sejumlah uang melalui rekeningnya RF tetapi mengkonfirmasi kepastiannya melalui staf Dinas Sosial Kabupaten Nabire sehingga lolos dari siasat pemerasan yang dilakoni RF. Target Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire gadungan ini mentok. (ans)