Kajian Ilmiah Pers (bagian-46)

Logika Pers : Setelah Konsepsi, Jalan Kaki untuk Disiplin Verifikasi
Konsepsi (subjek) adalah ilmu pengetahuan tahap awal. Boleh dibilang ilmu pengetahuan pertama. Dalam logika Pers, berpikir tidak dimulai dari majhul (sesuatu yang tidak diketahui). Melainkan dimulai dari maklum (yang diketahui) tapi baru tahap awal. Butuh pencarian lanjutan.
"Orang yang bertanya, dia sudah punya pengetahuan sedikit. Selanjutnya ia ingin mengetahui lebih banyak. Kalau dia tak tahu apa-apa sama sekali, maka bertanya pun dia tak akan bisa. Wilayah verifikasi itu ibarat laboratorium. Disana wartawan mencari kebenarannya semaksimal mungkin dia mampu. Karena kebenaran mutlak hanya Tuhan saja yang tahu, " jelas Munib.
Setelah mengkonsepsi subjek dengan jelas (klir) tanpa ambigu, urutan berikutnya melakukan serangkaian verifikasi. Untuk apa verifikasi itu ? Untuk mengumpulkan bahan penilaian. Untuk membuat jugdman. Afirmasi. Atau dalam ilmu kebahasaan, disebut membuat predikat. Disinilah walau wartawan adalah pekerjaan intelektual, disamping ia juga adalah pekerjaan berkeringat. Kepanasan dan kehausan berjalan di lapangan.
Dalam verifikasi mencari bahan-bahan untuk melakukan penilaian terhadap konsepsi (subjek), wartawan memiliki tradisi reportase. Makanya selain disebut jurnalis, wartawan juga kadang disebut reporter. Sang pembuat laporan dari suatu peristiwa.
Apa latar belakang sumber berita banyak dari pejabat Publik ? Hal itu karena pejabat publik dipasrahi amanat menangani perkara kehidupan sosial sesuatu konstitusi. Pemerintah itu Ulil Amri. Diangkat oleh rakyat. Dia selalu harus memberi penjelasan kepada publik. Diantara ini lah Pers berada. Melancarkan sumbat-sumbat yang menghalangi transparansi, antara pejabat publik dan rakyat.
Dalam tradisi jurnalistik ada beberapa jenis dan penamaan pada verifikasi diatas. Terdiri dari verifikasi faktual, verifikasi rasionalis, verifikasi terminologis, bahkan verifikasi filosofis atau verifikasi ontologis.
Jenis-jenis praktik verifikasi faktual terdiri dari
- Konfirmasi
- Wawancara
- Klarifikasi
- Dokumen (dokumen terkait dan dokumen pendukung)
- Observasi
- Investigasi
- Cek and Balancing
- Coverbothsides
- Penyelidikan dan penelitian
Sedangkan verifikasi rasional adalah menemukan unsur-unsur kaidah logika pada struktur cara kerja dan penulisan Pers. Dalam sesi ini materinya sedang kita bahas. Adapun mengenai keterkaitan Pers dengan epistemologi, terminologi dan ontologi, pembahasannya di sesi berikutnya.
Apa Saja yang ditemukan di lapangan?
Ketika ngobrol di warung kopi bersama masyarakat, tema-tema obrolan meskipun tampak sederhan ada banyak mengandung petunjuk ke arah hal-hal besar. Misal petani keluhkan irigasi sawahnya kering. Ada orang tua mengeluh pungutan di sekolah, padahal katanya sekolah gratis. Padahal sudah wajib belajar. Yang mewajibkan siapa yang bayar siapa
Ada juga obrolan yang mengaku semakin sulit ekonomi. Semua itu bahan awal. Wartawan harus memindainya. Siapa sumber berita yang terkait. Kondisi lapangan pada umumnya bagaimana. Menghimpun data. Memverifikasi sebanyak mungkin, agar berita punya bobot kelayakan yang bagus.
"Obrolan rakyat di Pasar Kali Bobo jika disimak mendalam banyak mengandung persoalan sosial tingkat awal sebagai bahan konfirmasi ketika ketemu Pejabat Publik terkait, " ujar Munib.
Di hampir semua ruang kehidupan sosial, penuh dengan petunjuk-petunjuk tingkat awal konsepsi. Dan di lapangan juga kita mengumpulkan bahan verifikasi untuk dijadikan bahan penilaian. Semakin banyak wartawan mendapat bahan verifikasi, semakin leluasa ketika membuat tulisan yang isinya adalah penilaian. Setelah selesai penilaian maka menjelma lah proposisi. (amd)
Bagikan artikel ini



