Jati Diri Seorang Wartawan

Ada lima unsur dalam membentuk kesejatian seorang wartawan. Menurut Munib, dalam kajian kemarin ini kita telah banyak mengungkap teori jurnalistik dan segala macam seluk beluk yang terkait dengannya. Namun, katanya, ada yang lebih dari itu yang harus disadari seorang wartawan. 

"Dalam diri wartawan ada lima unsur atau tingkatan yang mempengaruhi kesejatian seorang wartawan. Pertama mampu memahami dan dan mempraktikkan teori jurnalistik. Kedua kosmik pemikiran wartawan. Ketiga Kesadaran wartawan. Keempat jiwa wartawan, dan. Kelima moral atau etika wartawan sebagai pengejawantahannya dalam tugas sehari-hari, " ungkapnya. 

Mari kita kupas satu-satu apa yang dimaksud dengan kelima unsur yang membentuk diri seorang wartawan. Secara teori jurnalistik wartawan harus paham dan bisa mengerjakan tugas jurnalistik. "Teori dan praktiknya harus dikuasai dengan konsisten, terus-menerus sebagai jalan hidup, " jelas Munib.

Kenapa yang kedua adalah unsur kosmik pemikiran atau cakrawala pemikiran wartawan diperlukan ? Karena basis pengetahuan dasar dari berbagai bidang dan disiplin ilmu diperlukan untuk bahan konsepsi tema yang akan diverifikasi di lapangan. Menjadi wartawan kebalikan dari menjadi profesor doktor. "Karena frofesor doktor adalah untuk bidang khusus yang mengerucut. Seperti dokter spesialis begitu, " ujarnya. 

Sedangkan menjadi wartawan perlu punya semesta pemikiran yang tidak seperti frofesor doktor. Melainkan butuh kepada kaidah logika yang dapat menata pikiran dengan baik, juga kaidah filsafat metafisika untuk menjadi gandrung atau cenderung kepada realitas sejati. "Disamping juga menguasai dasar-dasar pengetahuan terminologis dari pelbagai disiplin ilmu terkait kehidupan masyarakat, " jelasnya. 

Dengan menguasai jagat pemikiran pengetahuan, seorang wartawan seharusnya menjadi penggila semua ilmu, meski pun tidak sampai menjadi doktor atau frofesor melainkan cukup tahu pondasinya. "Agar keilmuan dapat diturunkan menggunakan bahasa bubur yang mudah dicerna dan dipahami oleh pemikiran masyarakat secara sederhana. Disini peran penting wartawan, " ujar Munib.

Mengenai Kesadaran wartawan, adalah tahap berikutnya setelah teori dan praktik jurnalistik dan penguasaan pondasi pelbagai pengetahuan dikuasai oleh wartawan. Ketika kesadaran wartawan terbuka tandanya adalah kemana mata memandang kesemuanya adalah berita. Kesadaran wartawan akan mampu menangkap segala sesuatu di realitas terhubung satu sama lain. 

"Seorang wartawan harus mencapai level kesadaran ini. Dia akan dapat melihat segala aspek kehidupan saling terhubung dan layak untuk diungkap sebagai berita yang bermanfaat, " ujar Munib. 

Tahap atau level keempat adalah jiwa wartawan. 

Jiwa wartawan adalah pencapaian utuh seorang wartawan. Antara jati dirinya dan dunia wartawan yang melingkupinya adalah satu kesatuan. Jiwa wartawan akan menangkap sesuatu dibalik bagaimana dunia yang sedang berlangsung dihadapannya ini dijalankan. Tahu bagaimana yang selayaknya dilakukan. Dan perjalanan peradaban ini akan mengarah kemana ? 

Di dalam posisi jiwa wartawan ini kadang banyak godaan. Sesuatu menariknya kekiri dan kekanan, memperebutkan dan mengklaim. Banyak orang membutuhkan alat. Berapapun harganya alat itu. 

Jiwa wartawan tak akan goyah oleh godaan-godaan itu. Dirinya adalah independensi itu sendiri. Independen itu bukan konsepsi tapi internalisasi. Ada di dalam jiwa. 

Yang terakhir adalah etika wartawan. Ini yang sering salah kaprah. Seolah etika itu proposisi-proposisi seperti Kode Etik Jurnalistik. Tidak. Etika adalah pancaran dalam ranah praktik yang bersumber dari jiwa wartawan. Itulah makna dari filsafat praktik. Ia termanifestasi dalam bentuk politik pers, ekonomi pers dan etika pers. 

"Jadi pada peserta kajian jangan salah seperti pemahaman pada umumnya. Bahwa kode etik yang beredar itu berupa proposisi atau quote saja. Seperti pola butir-butir Pancasila dalam pendidikan moral Pancasila dulu. Makna etika yang benar itu adalah amaliah atau tindakan yang terpancar dari kedalaman jiwa atau jati diri seorang wartawan, " ujar Munib. (amd)