Cara Kerja Wartawan Membuat Peta Jalan

Untuk mempermudah kerja Jurnalistik, setiap wartawan harus punya peta jalan (road map). Peta itu terdiri dari tiga irisan utama, yaitu kantor, tokoh dan bidang. Dan tujuh irisan tambahan lainnya yang merupakan keadaan sosial masyarakat khas Indonesia yang selama ini dipetakan oleh tradisi koran lama kita selama ini. Ketujuh itu antara lain irisan Ormas, Politik, Wirausaha, Penegakan hukum, Keunggulan daerah, Pelayanan publik dan Hiburan berupa olahraga dan seni.

Wartawan perlu mengenal sepuluh Irisan sumber berita yang dipetakan tadi, sehingga dapat memiliki gambaran yang menyeluruh untuk panduan kerja. Sehingga terhindar dari masih banyaknya potensi berita yang terbengkalai karena tidak memegang peta.

Pertama inventarisir Irisan kantor-kantor. Mulai dari kantor gubernur, dinas-dinasnya dan badan-badan atau institusi dibawahnya. Sampai kantor Distrik dan Kantor Kampung sebagai pemerintah terkecil. Berikutnya kantor yang merupakan kepanjangan tangan dari institusi pusat. Pokoknya yang ada fisik kantor dihimpun semua. 

"Jangan sampai sudah jadi wartawan lama ditamya dimana letak sebuah kantor tidak tahu. Dan di tempat bernama kantor lah sumber informasi yang akan digali wartawan," ujar Munib.

Kedua Irisan tokoh. Kenapa dikatakan irisan ? Karena ada tokoh yang tidak punya kantor. Dengan membuat model irisan ini semua sumber berita bisa terpetakan. Tokoh-tokoh itu ada yang disebabkan posisinya sebagai pejabat publik. Ada yang pimpinan komunitas organisasi masyarakat. Ada yang karena lembaga-lembaga khusus, seperti KONi untuk bidang olah raga. Dan sederet organisasi pengusaha lainnya.

Irisan ketiga adalah Irisan Bidang. Bidang, perkara, atau masalah adalah irisan yang masih terlait dengan irisan kantor dan tokoh. Ia mencakup seluruh penguasaan keilmuan dan informasi. Dosen-dosen bisa menjadi sumber berita sesuai bidang yang ditekuninya. "Wartawan bisa membuat urutan kategori-kategori bidang yang lagi menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah pusat. Misalnya bidang ketahanan pangan, bidang intervensi gizi, bidang geopolitik, bidang wiraisaha," jelas Munib.

Adapun tujuh Irisan tambahan, sebetulnya menambahkan warna khas masyarakat Indonesia. Ormas saja ada Ormas agama, Ormas adat, Ormas Paguyuban, Ormas Kerukunan. Ormas agama saja ada NU, ada Muhamadiah. EBelum lagi yang ormas mahasiswa punya. Ini semua bisa diinventarisir untuk menjadi sumber berita.

Kelima Irisan Politik. Setelah era reformasi, model multipartai memunculkan partai politik banyak sekali. Partai-partai ini mencari pengurus dan pendukung sampai ke masyarakat lapisan bawah. Ini sebuah dinamika tersendiri yang tidak ditemukan di negara kerajaan seperti Arab Saudi dan negara dua partai sepeti Amerika Serikat.

Sedangkan kelima sisanya .Irisan Wirausaha.

Irisan Penegakan hukum, Irisan Keunggulan daerah, Irisan Pelayanan Publik dan terakhir Irisam Hiburan, baik seni maupun olahraga. "Jika peta jalan ini sudah berhasil dibuat oleh sistem di redaksi, maka wartawa punya gambaran yang jelas untuk mengaktifkan semua potensi berita,"ujarnya.(amd)