Kajian Ilmiah Pers (53)

Kemasan Produk Jurnalistik itu Bernama Lead
Menulis berita itu adalah tahap terakhir setelah melakukan serangkaian verifikasi dalam tradisi jurnalistik. Dalam dapur Redaksi Kompas dan Tempo titik berat penulisan berita ada pada kelihaian seorang wartawan dalam membuat alinea atau paragraf pertama yang biasa disebut Lead Berita. Sedangkan alinea kedua dan seterusnya sampai akhir hanya perlu mengalir dengan baik sampai ujung.
Begitu kuatnya penekanan Kompas dan Tempo soal Lead Berita. Tempo mengajarkan sembilan model lead. Kompas bahkan sampai 16 model membuat paragraf pertama itu. Jawa Pos memang tidak membuat teori model lead seperti Kompas dan Tempo. Namun diajarkan dan dipraktikkan langsung setiap hari di ruang Redaksi. "Saya di tahun 1992 di Redaksi Jawa Pos Karah Agung, Kebonsari Surabaya, tiap malam mendengar antar redaktur mendiskusikan Lead yang keren, " ujar Abdul Munib.
Walhasil ketiga media legendaris itu sama memiliki penekanan kuat pada Lead Berita. Mereka menilai Lead adalah gerbang utama berita sebelum pembaca memasuki ke alur ke dalam isi berikutnya. "Ibarat bangunan hotel, lead itu seperti pront reception. Yang harus memberi kesan baik. Lead seperti posisi wajah dalam tubuh kita. Seperti kemasan pada sebuah produk, " ujarnya.
Dalam buku Seandainya Saya Wartawan Tempo, sembilan model Lead adalah sebagai berikut.
Lead Ringkasan (Summary Lead), Lead Bercerita (Narratif Lead), Lead Deskriptif (Descriptive Lead), Lead Kutipan (Quotation Lead), Lead Bertanya (Question Lead), Lead Menuding Langsung (Direct Address Lead), Lead Menggoda (Teaser Lead), Lead Nyentrik (Freak Lead) dan
Lead Kombinasi (Combination Lead). Realitas frametime Majalah Tempo sebagai mingguan, membuat tulisan-tulisannya berbasis Features.
Adapun versi buku Vademekum Wartawan yang diterbitkan Kompas, 16 model lead itu sebagai berikut. Ada Lead Pasak (peg), Lead Kontras, Lead Bertanya, Lead Deskripsi, Lead Stakato, Lead Ledakan, Lead Figuratif, Lead Epigram
Lead Literer, Lead Parodi, Lead Kutipan, Lead Dialog atau Percakapan, Lead Kumulatif, Lead Suspensi, Lead Urutan dan Lead Sapaan. Sebagai koran Harian, mayoritas jenis tulisan Kompas adalah jenis Hardnews. Meski tetap ada ruang untuk tulisan features. Seperti features-features Sindhunata yang terkenal itu.
Untuk penjelasan dan teknisnya di sesi ini tidak membahas bagaimana pemahaman dan praktik lead itu. Melainkan para peserta kajian cukup mengoleksi buku diatas sebagai dokumen referensi. Bahwa di era kejayaan media cetak dulu, perhatian pada Lead sebagai kemasan produk berita sangat lah tinggi.
Menurut Munib kehebatan tiga media legendaris itu berada pada kemampuan wartawan profesional mereka dalam membuat lead. Ini adalah sebuah realitas sejarah perjalanan Pars Nasional ketika berada di era industri pers yang lalu.
Meski di era digital ini tulisan bagus tak dapat dikapitalisasi dengan harga yang layak seperti sebelumnya pada era cetak, namun tradisi menulis yang enak dibaca perlu dilestarikan. "Sesi kali ini mengajak kita semua wartawan punya dorongan untuk dapat melestarikan tradisi yang baik ini, " tuturnya.
Tentu sering terdengar pertanyaan untuk apa tetap mempelajarinya toh era cetak sudah berakhir ? Sekarang orang baca berita di hape, tulisan tidak bisa panjang. Orang sekarang serba cepat. Sehingga era cetak dan segala tradisinya sudah berganti jaman. Pemikiran itu yang menyelimuti publik bahkan insan-insan pers sendiri ada dalam pemikiran umum ini.
Juga pernah dinyatakan Dahlan Islan bahwa bisa penjaga tradisi jurnalistik hanya bisa dirawat oleh media cetak. Dan Dahlan sendiri menyatakan tak akan ikut rame-rame membuat media online. Dia tahu formula atau rumus Sepuluh Nilai Berita penemuannya tidak akan mendatangkan uang di flatform digital. "Tapi kita memilih jalan menjaga tradisi baik ini, dan menerima pembaruan yang bermanfaat, " ujar Munib.
Bagikan artikel ini



