Kajian Ilmiah Pers (32) In Depth : Pola Logika Induksi dan Pola Spesialis
NABIRE - Seorang wartawan harus memiliki dasar ilmu logika karena menulis berita pondasinya adalah berpikir.

NABIRE - Seorang wartawan harus memiliki dasar ilmu logika karena menulis berita pondasinya adalah berpikir. Dalam ilmu logika pola berpikir dari hal universal ke partikular (dari kulli ke zuj'i) disebut logika induksi. Pola berpikir logika jenis ini yang diterapkan dalam berita, yakni dengan diterapkannya enam pertanyaan yang di kenal dengan 5W dan 1H. Corak logika Induksi menuju kepada informasi atau proposisi yang khusus atau spesial.
Berbeda dengan berita tajuk dan artikel Ilmiah, atau cerpen dan Cerbung dalam medium media cetak dulu, kesemuanya bercorak logika Deduksi. Yakni pola logika yang berangkat dari hal partikukar ke arah universal (dari zuj'i ke kulli).
Tidak setiap air yang dipanaskan akan mendidih di suhu 100 derajat Celsius. Karena suhu udara dingin dan panas disekitar, atau topografi pegunungan dan pantai, bisa membuat titik di didih air tidak sama. Namun ilmuwan membuat rata-rata dengan pola logika deduktif, hasilnya membuat proposisi : air mendidih di suhu 100 derajat Celsius. Ini contoh cara kerja pola logika deduksi. Kalau di media pola ini digunakan menulis artikel dan tajuk.
In Depth masih tergolong berita kronika yang terikat oleh waktu dan ruang (pertanyaan kapan dan dimana). Oleh karena itu In Depth termasuk dalam pola logika Induksi, Dalam logika induksi tujuan yang dicari adalah menemukan kekhususan atau kondisi spesial.
Misalkan ada Ikan Hiu Gurano Bintang di Nabire yang akrab dengan nelayan bagan di perairan Kwatisore. In Depth akan mencari tahu, padanan fenomena seperti ini terjadi dimana saja di dunia ini. Oo ternyata di perairan Gorontalo juga ada fenomena seperti ini. Jenis ikannya sama Gurano Bintang. Jika fenomena alamiah ini ditemukan seluruh aspek kausalitasnya, maka ditemukan terminologi baru tentang hubungan manusia dan ikan. Sehingga dapat dilakukan melalui rekayasa di tempat mana saja yang lingkungannya sesuai.
Demikian lah In Depth berjalan berdasarkan logika induksi, mencari sisi sebanyak mungkin dari suatu tema berita yang menarik dan penting untuk publik. In Depth harus terbiasa digunakan oleh seorang wartawan, melalui tulisan berseri atau blow up satu kesatuan khusus. Platform media digital di layar hape, hanya memungkinkan tulisan serial untuk In Depth.
Menurut, Abdul Munib, seorang wartawan di era media digital harus melatih diri menulis In Depth dengan memahami dasar-dasarnya, agar tidak keliru dengan berita Investigasi atau berita features. Pada dasarnya berita In Depth akan dinyatakan berhasil jika seorang wartawan dapat mengkonstruksi sebuah tema berita dalam pelbagai sisi-sisinya yang terkait. Sehingga seorang pembaca akan diajak menyelami sebuah berita yang kaya dengan verifikasi.
Dikatakannya, bahwa In Depth melatih seorang wartawan menyelam ke kedalaman realitas. Tentu saja dibutuhkan tekad yang kuat untuk melatih diri yang terus menerus.(amd)
Bagikan artikel ini



