NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire diminta tegas soal angka lulus para murid pada empat SD yang ada di empat kampong di wilayah Distrik Moora.

Kepala Dinas diminta membuat surat tegas bagi semua kepala sekolah yang ada di wilayah Distrik Teluk Kimi dan Distrik Nabire. Agar lulusan SD yang ada di wilayah Distrk Moora tidak lagi di terima di dua distrik yang ada di wilayah kota.

Sebab tujuan dibangunnya SMPN 1 Moora untuk mendekatkan pendidikan bagi anak-anak masyarakat yang ada di wilayah Distrik Moora. Namun faktanya hingga saat ini jumlah murid SMPN 1 Moora bisa hanya dihitung dengan jari.

“Bagaimana SMPN 1 Moora bisa banyak murid, sementara semua lulusan SD penyangga tersedot ke SMP–SMP yang ada di kota,” kata perwakilan orang tua murid SMPN 1 Moora, Sokrates May kepada Papuapos Nabire, Kamis (27/5/21) di Kampung Hariti.

Dirinya selaku orang tua meminta agar kepala dinas harus tegas dan mengeluarkan surat edaran ke semua SMP yang ada di kota, agar tidak lagi menerima murid lulusan SD se Distrik Moora. Karena dibangunnya SMPN 1 Moora ini karena adanya SD-SD penyangga yang ada di 4 kampung se Distrik Moora. Dan tahun ini berdasarkan data, ada 50 murid yang telah mengikuti ujian akhir di 4 SD yang ada di Distrik Moora.

Sebab berdasarkan data dua angkatan yang telah lulus dari SMPN 1 Moora, untuk angkatan pertama di tahun Pelajaran 2019/2020 hanya 7 murid, sementara di akhir tahun pelajaran 2021/2021 hanya 6 murid peserta ujian. (des)