Kadin Luncurkan Buku Potensi Ekonomi dan Koperasi Dongkrak Pengusaha Papua Tengah

NABIRE - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Tengah mengambil langkah strategis dalam memetakan dan mengoptimalkan roda perekonomian daerah. Melalui sebuah seminar yang digelar di Aula RRI Nabire, Selasa (9/6/2026), Kadin resmi meluncurkan buku mengenai potensi ekonomi daerah serta meresmikan pembentukan koperasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi bahan diskusi di atas meja, melainkan menjadi panduan nyata yang melahirkan aksi konkret di lapangan bagi para pelaku usaha setempat.
Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia, Erianto Cang, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh pengurus daerah tersebut.
Menurutnya, buku potensi ekonomi yang diluncurkan bukan sekadar lembaran bacaan biasa, melainkan sebuah panduan bersama untuk melakukan hal-hal luar biasa.
Erianto menekankan fondasi yang dibangun hari ini ditujukan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang hingga puluhan tahun ke depan.

Lebih lanjut, Erianto menegaskan pentingnya perubahan peran dari sekadar pendengar atau pembicara menjadi pelaku usaha yang aktif. Ia meyakini bahwa hanya dengan terjun langsung sebagai pelaku bisnis, segala impian dan rencana besar demi kesejahteraan keluarga serta masyarakat umum dapat benar-benar terlaksana. Atas kinerja nyata tersebut, ia memuji Kadin Papua Tengah yang dinilai sebagai salah satu Kadin terbaik di Indonesia sejak dilantik pada Oktober 2025 lalu.
Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Papua Tengah periode 2025-2030, Alexander Gobay, menjelaskan peluncuran buku ini merupakan buah kerja keras dari tim 11. Sejak mempresentasikan hasil awal pada acara gelar wicara (talkshow) Januari lalu, tim tersebut terus merancang ulang dan menyerap berbagai masukan dari berbagai pihak. Mereka melakukan asistensi hingga turun langsung ke sejumlah dinas terkait untuk mengumpulkan informasi yang akurat.
Alexander mengungkapkan, buku pedoman ini sangat penting agar pembahasan mengenai kekayaan Papua Tengah tidak lagi sekadar berdasarkan obrolan lisan, melainkan mengacu pada data yang valid.
Dengan penyajian data yang akurat, Kadin Papua Tengah optimis dapat meyakinkan para investor untuk menanamkan modal mereka. Data tersebut menjadi bukti otentik bahwa wilayah Papua Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa dan menjanjikan.

Terkait tantangan investasi, Alexander tidak menampik bahwa isu keamanan sering kali membuat para investor bersikap ragu-ragu untuk masuk ke tanah Papua. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengikis stigma negatif tersebut. Kadin berkomitmen menunjukkan bahwa situasi keamanan di Papua Tengah sangat kondusif, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berputar dengan baik dan aman.
Selain berfokus pada investor luar, Kadin Papua Tengah juga tengah serius membangun kepercayaan internal dan menyiapkan program pelatihan bagi wirausahawan lokal. Dalam waktu dekat, pihak Kadin akan menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan Somatua.
Melalui kolaborasi ini, sejumlah anak muda Papua akan disekolahkan dan dilatih secara intensif mengenai manajemen bisnis, strategi kewirausahaan hingga cara perputaran uang yang sehat.
Menariknya, Kadin tidak hanya memberikan pelatihan teori, melainkan langsung menyiapkan lapangan kerja skala mikro setelah mereka lulus. Beberapa unit usaha yang akan dibuka dalam tahun ini antara lain adalah bisnis fotokopi, jasa percetakan hingga tempat pencucian mobil. Upaya ini sengaja dimulai dari sektor-sektor yang sederhana terlebih dahulu agar para peserta dapat langsung mempraktikkan ilmunya dan mengelola bisnis secara mandiri.
Melalui langkah bertahap dari usaha kecil ini, wawasan para pelaku usaha lokal diharapkan dapat terus berkembang untuk memikirkan skala bisnis yang lebih besar di masa depan.

Alexander menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi yang pernah ia sampaikan dalam Rapimprov Kadin, yaitu target untuk melahirkan 5 hingga 10 pengusaha asli Papua Tengah yang sukses dan tangguh di dunia industri.
Sebagai penyangga keberlanjutan program tersebut, Kadin Papua Tengah juga resmi meluncurkan koperasi yang berfungsi sebagai pelindung bagi para pelaku UMKM. Koperasi ini nantinya akan bergerak di sektor-sektor krusial seperti penggerak pangan lokal, perikanan dan kelautan, sementara Kadin bertindak sebagai payung organisasi. Koperasi strategis ini direncanakan akan segera dibentuk di delapan kabupaten di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah. (amd)
Bagikan artikel ini



