Kabupaten Puncak, Kabupaten Termahal di Indonesia dan Dunia

PUNCAK - Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, adalah kabupaten yang termahal di Indonesia dan di dunia. Kenapa, harga semen 1 sak di Kabupaten Puncak itu mencapai Rp 1.500.000, beras seberat 50 Kg itu harganya mencapai Rp 5.000.000, air mineral di Kabupaten Puncak itu bisa mencapai Rp 50.000 per/botol. Tingkat kemahalannya luar biasa, ini yang menjadi tantangan pemerintah daerah untuk terus berupaya kedepan menekan angka harga pasar di Kabupaten Puncak. Sehingga, bisa meminimalisir harga-harga barang di Kabupaten Puncak sama dengan kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di kota-kota. Hal tersebut dikatakan Bupati Puncak, Elvis Tabuni, SE, MM saat diwawancarai salah satu media di Kota Jayapura beberapa waktu lalu.
“Saya kasih contoh ya, BBM di daerah Jawa itu harganya standar, bahkan ketika harga BBM itu dinaikkan oleh pemerintah, di Jawa itu pasti di demo sama masyarakat. Tapi, kalau di Puncak itu harga BBM sampai mencapai dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu itu masyarakat anggap biasa. Karena, selama ini itulah yang terjadi di daerah Puncak dan sudah bertahun-tahun itu berlangsung. Inilah yang harus menjadi perhatian Pemerintah Pusat, bantu kami, dorong pembangunan di daerah-daerah pedalaman supaya, masyarakat juga bisa menikmatinya sama dengan saudara-saudara kita yang ada di Jawa sana. Karena, Pemerintah hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, tidak mungkin semuanya bisa langsung dirubah dalam waktu cepat, tetapi harus bertahap. Caranya bagaimana ? harus percepat pembangunan infrastruktur penghubung satu daerah dengan daerah yang lainnya. Dengan mempercepat pembangunan jalan dari Wamena sampai Ke Puncak, atau dari Timika hingga Ke Puncak, itu baru bisa kita bicara stabilitas harga pasar. Tetapi, kalau hanya berharap pada transportasi udara, konsekunesinya harga pasar akan disesuaikan dengan harga transportasi udaranya, dan pasti mahal.
Pemerintah Kabupaten Puncak saat ini sedang melakukan pekerjaan jalan darat dari Distrik Ilaga menuju Distrik Sinak, kemudian dari Sinak menuju Mulia Kabupaten Puncak Jaya dan dan dari Mulia menuju Wamena, dan itu kurang 10 Kilometer lagi Ilaga – Sinak sudah tembus dan bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Dan hanya pelayanan transportasi udara saja yang saat ini bisa digunakan oleh Pemerintah Puncak. Dan Pemda Puncak juga akan melakukan pembangunan dan pengaspalan sejumlah Bandara di Distrik-distrik yang ada di Kabupaten Puncak, seperti Bandara di distrik Wangbe, distrik Agandugume, Distrik Dervos, Distrik Doufo, Distrik Beoga dan Distrik Bina.
Dirinya Selaku Bupati Puncak berharap, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendukung percepatan Pembangunan di Kabupaten Puncak. Apa yang yang dilakukan Pemda Puncak tidak akan bisa tercapai dengan baik, tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Pusat dan juga Provinsi, termasuk dukungan dari warga masyarakat Kabupaten Puncak. Oleh karena itu, segala daya upaya Pemerintah Puncak yang sudah dan sedang dilakukan selama ini untuk Kabupaten Puncak harus betul-betul didukung penuh oleh masyarakat Kabupaten Puncak. (cad)
Bagikan artikel ini



