NABIRE - Masyarakat Moni dan Migani serta para simpatisan yang berada di wilayah Bibida Duma Dama dan sekitarnya sudah siap menerima pemekaran kabupaten yang baru Delama Jaya. Masyarakat adat Moni dan Migani sangat antusias menjemput dan menerima pemekaran kabupaten baru tersebut. Demikian dikatakan pimpinan Moni Rasta Band Weabua, Gamma Magai, SE saat bertandang ke kantor Redaksi Papuapos, Minggu (8/9) kemarin.  Kata dirinya, dalam hal pemekaran Kabupaten Delama Jaya, semua pihak sudah mendukung. Selain itu, juga sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Yaitu, dari pemerintah Paniai dalam hal ini bupati terpilih, Hengki Kayame. Dekitar tiga bulan yang lalu, tim pemekaran sudah langsung bertemu dengan Bupati Paniai. Dan bupati sudah pernah menyetujui bahwa dirinya menerima pemekaran kabupaten baru itu. Lanjutnya, Suku Moni dan Mee dan sudah tahu bahwa ada sosialisasi masalah pemekaran kabupaten baru Delama Jaya. Kaum intelektual atau mahasiswa, serta forum mahasiswa Duma Dama yang menentang atau menolak pemekaran kabupaten baru Delama Jaya, bukan berarti menentang kabupaten baru Delama Jaya.  Tetapi itu berarti dirinya menentang dirinya sendiri, untuk menjadi orang awam yang betul-betul terbelakang dan terhina.“Dukungan penolakan kabupaten baru Delama Jaya dari LMA Paniai Jhon Gobay NR tidak tepat. Tidak tepat karrna Suku Moni dan Mee di Kabupaten Paniai selalu saja terjadi konflik sosial dalam jabatan politik, terjadi kekerasan dalam hak-hak adat serta hal-hal yang menjadi hak bersama. Oleh karena itu, hal seperti ini harus berakhir. Belum tentu Ketua LMA Paniai memberikan keadilan untuk mencapai kedamaian. Maka itu kabupaten baru Delama Jaya harus dimekarkan, untuk mencapai keadilan, dan disitulah tumbuh akan kedamian bersama,” ungkap Magai. Menurutnya, masalah SDM Suku Moni Migani, sangat memadai, siapa bilang SDMnya kurang. Suku Moni atau Migani SDMnya sudah sangat cukup. Sumber daya alamnya sangat kaya dan berpotensi seperti rotan, kayu, batu dan pasir, emas, tembaga. Dan masalah adat budaya yang sudah dianggap keramat itu sudah diatur oleh manusia sendiri. Memekarkan suatu kabupaten itu bukan berarti mencari jabatan atau pangkat golongan dan politik. Tetapi untuk membangun daerah yang masih terbelakang dan jauh dari perhatian pemerintah. “Kritik yang keras bukan berarti membatasi pemekaran kabupaten baru.  Namun kritik adalah mencari jalan untuk membangun bersama atau mensukseskan kabupaten baru Delama Jaya. Akhir kata, Mie ontoma ambigata ‘hainggata’ dua duangga, amakanie. Mari semua duduk bersama dan bekerja sama,” pungkasnya. (cad/feb)