NABIRE - SMP yang berada di daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T), sangat cocok dikembangkan sekolah berpola asrama.  Sehingga lulusan SD di daerah 3T juga langsung ditampung pada SMP daerah 3T saja.

Hal ini disampaikan berdasarkan hasil pantauan Kepala Bidang (Kabid) SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Melkias Pekey, S.Pd, S.Ip, MM saat memantau jalannya Ujian Sekolah (US) di SMP daerah 3T tersebut.

Kata dia, berdasarkan data dan fakta di lapangan, banyak anak SD yang lulus di SD daerah 3T dan masuk pada SMP/MTs yang ada di kota. Tetapi tidak lama lagi sudah pulang kampung dan tidak bisa melanjutkan pendidikan.

Berdasarkan data saat pantau ujian di SMPN Yaur dan SMPN Teluk Umar serta atas hasil diskusi bersama masyarakat, maka SMP daerah 3T sangat layak diajukan sekolah berpola asrama.

“Berdasarkan data kami di lapangan ada 6 SMP pinggiran atau daerah 3T yang harus didukung menjadi sekolah berpola asrama. Sesungguhnya hal ini sangat berat, tetapi kalau dikomunikasikan dengan baik antara pihak pemerintah, sekolah dan masyarakat, saya kira semuanya akan jalan dengan baik dan tidak ada lagi angka putus sekolah,” ujar Kabid SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Melkias Pekey, S.Pd, S.Ip, MM kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu.

Untuk itu mulai tahun pelajaran ini, Kabid akan memberikan pembatasan penerimaan murid baru lulusan SD dari daerah 3T. Dan kita arahkan untuk kembali melanjutkan sekolahnya di SMP yang ada di daerah 3T juga.

Sehingga mulai tahun 2021 ini, pihaknya akan mendorong sekolah berpola asrama. Agar pada tahun 2022 mendatang sudah jalan atau ada perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan. (des)