NABIRE - Melihat kondisi pendidikan jelang pelaksanaan tahapan ujian hingga akhir ujian nasional, sesungguhnya sangat memprihatinkan. Dimana pemerintah tidak menyediakan dana guna menunjang pelaksanaan ujian yang sedang berjalan.Sehingga hal ini sangat meresakan pihak sekolah dan para kepala sekolah bersama dewan guru akhirnya sepakat untuk meminjam sana-sini guna suksesi tahapan ujian, yang sesungguhnya sumber dana untuk ujian datangnya dari pemerintah.Untuk itu, beberapa kepala sekolah yang ditemui wartawan media ini di tempat yang berbeda dan dalam diskusi para kepala sekolah ini mengatakan, jika pemerintah tidak memenuhi kebutuhan pendidikan, maka pemerintah berikan kesempatan kepada Orang Tua (Ortu) murid untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pendidikan.Dan apabila pemerintah juga tidak menyiapkan dana bagi dunia pendidikan, ijinkan pihak sekolah meminta dari orang tua dan biarkan orang tua murid. Berikanlah kesempatan bagi orang tua untuk ikut membiayai pendidikan agar sekolah tidak lagi mengutang sana sini.Karena bagi dunia pendidikan tidak memiliki pos dana manapun, hanyalah yang diandalkan pihak sekolah negeri, hanya sumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana rutin bagi sekolah negeri, sementara bagi sekolah swasta hanya dana BOS.Namun kenyataan bagi sekolah–sekolah SMP/MTs yang ada di Kabupaten Nabire hingga saat ini belum ada pencairan dana BOS dan juga bagi sekolah negeri tidak ada dana rutin, sehingga para Kepsek dan dewan guru mengambil inisiatif gutang sana sini asal ujian sukses.Sehingga tugas pemerintah saat ini dan kedepannya, hanya bertugas menyiapkan dana guna mensukseskan program pemerintah, karena mutu pendidikan menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Sangat memalukan sekali pelaksanaan ujian di tahun pelajaran 2017/2018 semua jenjang pendidikan tidak diberikan bantuan dana ujian. (des)