Jika Didukung Pemda, UNCEN Tambah Prodi Baru di UPP Nabire
NABIRE - Saat ini UNCEN Jayapuran hanya memberikan satu Program Studi (Prodi) PGSD di Unit Pelaksana Program (UPP) Nabire. Tetapi jika ada d
Bagikan
NABIRE - Saat ini UNCEN Jayapuran hanya memberikan satu Program Studi (Prodi) PGSD di Unit Pelaksana Program (UPP) Nabire. Tetapi jika ada dukungan Pemerintah Kabupaten Nabire dengan bantuan sarana dan prasarana yang memadai, dipastikan UNCEN akan menambah Prodi baru bagi UPP Nabire.Hal ini disampaikan Pembantu Dekan I Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNCEN, Yan Dirk Wabiser, S.Pd, M.Hum ketika menghadiri ujian proposal 35 mahasiswa/mahasiswi pada Unit Pelaksana Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (UPP PGSD) di KPG Nabire, Jumat (28/2) di Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat.Katanya, hingga saat ini pada program FKIP UNCEN saja ada 14 Prodi. Sehingga sampai saat ini UNCEN telah membuka kelas UPP di tiga kabupaten yakni Kabupaten Nabire, Merauke dan Kabupaten Mimika. Untuk Kabupaten Nabire tiap tahun diberikan kuota mahasiswa baru sebanyak 200 orang. Sementara untuk Kabupaten Merauke dan Mimika hanya diberikan kuota 100 orang.Untuk itu jika pemerintah Kabupaten Nabire memberikan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, UNCEN Jayapura tidak segan–segan akan menambah Prodi baru untuk guru Bahasan Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris. Dan Prodi lain guna mendidik calon guru baru untuk jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK di UPP Nabire.Ke depan dengan melihat animo anak-anak masyarakat di daerah ini, UNCEN Jayapura tinggal melihat adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat. Karena UPP PGSD UNCEN di Nabire ini sudah menamatkan dua angkatan PGSD Strata satu guru SD. Diharapkan ke depan harus ada Prodi baru lagi untuk bidang studi yang lain.Karena UPP UNCEN Jayapura hadir di Nabire untuk menjawab akan kekurangan dan kebutuhan tenaga guru yang ada di wilayah pesisir, kepulauan dan pegunungan. Serta beberapa kabupaten yang ada di wilayah adat Meepago dan Saireri. Sebab lulusan pendidikan guru yang ada di kampus induk UNCEN juga tidak akan menjawab kebutuhan tenaga guru ke semua kabupaten/kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. (des)
Bagikan artikel ini



