NABIRE — Jemaat Maranatha yang terletak di Jalan Maranatha, Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Provinsi Papua Tengah, menggelar ibadah syukur perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 pada Sabtu (06/06/2026). Perayaan momen bersejarah ini mengusung tema ‘Berubah Menjadi Kuat’ serta subtema ‘Melalui HUT ke-62 Kita Diajak Bersatu Melayani untuk Mewujudkan Kemandirian Gereja Lokal’, sebagai refleksi perjalanan pelayanan jemaat.

“Isi kegiatan dalam rangka HUT ini kami isi dengan berbagai kegiatan, yaitu kegiatan yang pertama adalah usaha-usaha dana, yang kedua lomba atau pertandingan beberapa jenis yang kami sudah diperlombakan yaitu bola voli putra-putri, futsal putra-putri dan lempar kaleng serta lomba paduan suara, vokal grup dan CCA,” kata Ketua Panitia, Enos Gobai, S.Sos., M.Si., saat menyampaikan laporan panitia di Gereja Maranatha. 

“Di dalamnya itu mereka bawa berkat dan kami lewat kegiatan-kegiatan memeriahkan hari ulang tahun ini memperoleh berkat yang cukup banyak, untuk itu kami sampaikan beberapa sumber dana yang diperoleh untuk menyesuaikan kegiatan HUT Jemaat Maranatha 62 tahun ini, pertama adalah modal awal kas jemaat 1 juta, Melianus Kotouki 1 juta, Yonas Mote 500 ribu, ibu Once Degey 1.250,000 dan usaha-usaha dari pengurus jemaat yang bergerak beberapa bulan lalu,” lanjut Enos Gobai merincikan modal awal kepanitiaan.

“Sumber dana kedua dari empat komisi jemaat Maranatha sebesar 4 juta, ketiga dari rayon sembayang keluarga yang totalnya 12 juta, ke empat dari uang wajib/ sukarela jemaat pegawai swasta dan berbagai profesi sukarela serta dari luar sebanyak 17.600,000 ribu, aksi dana 3 kali sebesar 340.000 ribu, hasil usaha dana jual-jualan ibu-ibu sebesar 13.590.000 ribu rupiah dan sumbangan perlombaan sebanyak 10 juta rupiah,” ujar Enos memaparkan laporan keuangan di hadapan seluruh jemaat.

“Ada juga sumbangan sukarela berupa benda atau barang dari jemaat, yaitu Markus Naipa satu ekor babi, anak cucu almarhum Eli Naipa satu ekor babi, dekorasi dari Ibu Oncek dan Ibu Denci Meri Naipa, ayam es satu karung plastik, Nona Anace Degi menyumbang 12 piala dengan 12 karton minuman, ada juga air aqua, sayur-mayur, baliho gapura depan dari David Degi serta kue ulang tahun yang dipersembahkan oleh Ibu Yanti Kotouki Pijai,” tambah Enos Gobai yang juga meminta jemaat terus mendukung dalam doa.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Jemaat (BPJ) Maranatha, Yulianus Pigome, M.Th., dalam sambutannya menekankan peran gereja di tengah dinamika sosial yang terjadi di masyarakat saat ini. 

“Gereja hadir untuk menjawab kebutuhan umat yang sedang alami hari ini, bukan semua tetapi satu hal yang bisa kita coba, sehingga visi dan tema bisa dijawab dalam semua kegiatan dan pelayanan kita,” ungkap Yulianus Pigome mengawali sambutannya.

“Gereja adalah mitra pemerintah, sehingga gereja mengutus kader-kader yang bekerja di pemerintah, untuk itu saya sebagai pimpinan gereja menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan gedung gereja dan terima kasih juga kepada Bupati Kabupaten Nabire sebagai kader yang mana gereja ini sudah 62 tahun berhasil melahirkan anak-anak Tuhan untuk bekerja di pemerintahan,” jelas Ketua BPJ sembari mengajak jemaat memberikan apresiasi.

“Di Provinsi Papua Tengah itu ada kasus yang terbesar penyakit HIV, sehingga pemuda yang masih belum kawin bahkan pula bapak/ibu yang masih ada sampai hari ini tetap kita menjaga suami, menjaga istri dan kita menjaga anak-anak kita untuk masa depan, karena kita hari ini ada untuk mengawal anak-anak sebagai titipan Tuhan sehingga harapan gereja mandiri bisa terwujud,” tegas Yulianus mengingatkan jemaat tentang pentingnya menjaga ketahanan keluarga.

“Kita garisbawahi dengan tema kita hari ini, berubah untuk menjadi kuat dan kita mengajak semua tetap mengambil peran masing-masing baik di gereja, keluarga, bahkan tugas kita sehingga kita bisa kuat mandiri secara teologi, pendidikan dan ekonomi untuk menghadapi dunia ini. Akhirnya saya berpesan kepada seluruh simpatisan bahkan pula kepada pemerintah, kami terus mengharapkan bantuan untuk menyelesaikan bangunan gereja kita yang ada,” tutur Yulianus Pigome menutup sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, SH., melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli III Bidang Pemerintahan, Politi, dan Hukum, Marthen Ukago, turut memberikan pesan mendalam bagi generasi muda dan para hamba Tuhan. 

“Di tangan saudara-saudara sekalian gunakan masa muda untuk belajar, bekerja, berkarya dan melayani, jauhilah hal-hal yang merusak diri dan keluarga, jadilah kasih yang membawa nama baik gereja. Marilah kita berjalan bersama pemerintah, gereja, pemuda, perempuan dan seluruh masyarakat agar Papua Tengah mampu semakin damai dan sejahtera,” pungkas Marthen Ukago.

Ketua Klasis GKI Nabire, Pdt. Mordekhai Oila, M.Th, mengajak seluruh warga jemaat untuk bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ajakan ini disampaikan sebagai wujud tanggung jawab moral dan iman dalam menjaga stabilitas daerah. 


Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pihak gereja dan pemerintah sangat krusial demi mewujudkan visi besar, yaitu terciptanya wilayah Papua Tengah yang aman, damai dan harmonis bagi seluruh lapisan masyarakat.(sam)