Jelang Pemilu Legislatif Banyak Isu Berkembang
NABIRE - Jelang Pemilu 9 April 2014, sudah banyak isu-isu yang berkembang dikalangan masyarakat. Isu-isu tersebut bersifat hasutan dan hanya ingin mengacaukan suasana. Dan hal ini sudah merupakan hal yang biasa menjelang Pemilu di setiap wilayah. Dan untuk mengantisipasi ha
Bagikan
NABIRE - Jelang Pemilu 9 April 2014, sudah banyak isu-isu yang berkembang dikalangan masyarakat. Isu-isu tersebut bersifat hasutan dan hanya ingin mengacaukan suasana. Dan hal ini sudah merupakan hal yang biasa menjelang Pemilu di setiap wilayah. Dan untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu peran serta aktif dari kalangan tokoh agama. Karena untuk saat ini para tokoh agama kebanyakan masih tetap netral dan tidak mempunyai kepentingan apa-apa di Pemilu ini.
Demikian dikatakan Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si saat mengundang dan bersilaturahmi dengan para tokoh lintas agama di Kabupaten Nabire dalam rangka Harkamtibmas di wilayah Polres Nabire, Kamis (27/3) di aula Rastra Samara Polres Nabire, pukul 09.00 Wit, yang dihadiri oleh hampir semua kalangan tokoh agama yang ada di Nabire. Kata Kapolres, tokoh agama kiranya bisa menjadi penengah dalam Pemilu Legislatif 2014. Dengan cara memberikan himbauan-himbauan yang positif dalam setiap pertemuan dengan umat maupun jemaatnya di tempat-tempat ibadah. Terkait masalah minuman keras, Bupati Nabire rencananya akan membuat surat resmi untuk menutup penjualan Miras selama Pemilu berlangsung. Karena efek dari miras sangat tinggi ketika seseorang atau kelompok tertentu ingin membuat kekacauan atau keonaran pada Pemilu nanti. Oleh karena itu, Miras juga perlu diantisipasi. “Saya hanya ingin Nabire ini tetap kondusif selama Pemilu berlangsung, dan itu merupakan harapan saya. Dan saya mohon doa juga dari para tokoh lintas agama ini, supaya bisa mendoakan kita semua dan masyarakat, sehingga Pemilu kali ini bisa berjalan aman dan sukses,” tutur Kapolres. Sementara itu, salah satu tokoh agama mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si yang telah memberikan waktu dan kesempatan bagi para tokoh lintas agama yang ada di Nabire untuk melakukan bincang-bincang sekaligus silaturahmi dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Polres Nabire. Selama masa kampanye saat ini, Nabire masih dalam keadaan aman kondusif, mudah-mudahan kedepan sampai seterusnya Nabire tetap kondusif.Kata dirinya, memang Polisi dalam mengambil suatu tindakan bisa disangsikan dengan Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM), apalagi sampai menyangkut nyawa manusia. Menurutnya, dalam mengambil suatu tindakan, Polisi juga harus bersikap sebagai pelindung masyarakat. Kecuali, memang oknum atau orang yang ditindak tersebut sudah melakukan hal-hal di luar batas kewajaran, apalagi dalam keadaan mabuk, dan ini sering terjadi. Oleh karena itu, butuh sebuah pemahaman yang kuat, baik dan benar terhadap orang-orang yang memang kesehariannya hanya ingin membuat masalah dan mengganggu ketertiban umum. Sehingga, ketika Polisi mengambil suatu tindakan sesuai prosedur hukum tidak terbentur dengan hal-hal yang bersifat HAM. Dirinya juga selaku tokoh agama mengharapkan kepada Muspida Kabupaten Nabire, jika dimungkinkan sebelum Pemilu Legislatif berlangsung, semua Calon Anggota Legislatif Tahun 2014 di wilayah Kabupaten Nabire dikumpulkan dan bersedia menandatangani surat pernyataan siap kalah dan siap menang. Serta bersedia tidak melibatkan masyarakat dalam setiap proses tuntutan ketika Caleg tersebut ingin menggugat pihak penyelenggara, maupun yang lainnya. Karena dikhawatirkan, Caleg yang kalah akan melakukan provokasi-provokasi terhadap pengikutnya maupun pendukungnya untuk melakukan aksi-aksi yang dapat merugikan masyarakat banyak, maupun Caleg itu sendiri. (cad)
Bagikan artikel ini



