DEIYAI - Kendati ribuan pencari kerja (Pencaker) asli Kabupaten Deiyai yang menduduki kantor DPRD, Selasa (04/08/20), dengan harapan mengantongi hasil yang memuaskan, konon memulangkan diri dengan kecewa, karena tidak mendapatkan jawaban pasti dari Pemerintah Kabupaten Deiyai atas tuntutan mereka. 

Dua poin tuntutan para Pancaker mendapat penjelasan rinci dari Kepala BKD Kabupaten Deiyai, Demianus Tenouye terkait pencaker asli Deiyai yang lulus sedikit sedangkan non asli Deiyai mendominasi hasil kelulusan, dan memeperoleh nilai yang tinggi tak lulus sedangkan nilai yang rendah dinyatakan lulus.  

Para pencaker menuding kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai, Demianus Tenouye bermain kepentingan pribadi.

Pasalnya, ribuan orang asli Deiyai tidak diloloskan dalam penerimaan pegawai formasi CPNS tahun 2018 yang sebelumnya telah diumumkan tersebut.

Salah satu pencaker, Beatrix Waine mengaku penjelasan yang disampaikan oleh Kepala BKD itu sama sekali tidak menjawab tuntutan dari pencaker.  

“Kami cukup kecewa dengan pertemuan kali ini.

Kami hargai kordinator tapi harusnya memberikan kesempatan kepada kami untuk kami mau bicara apa yang kami pikir selama ini,” ujar Beatrix Waine usai pertemuan kepada wartawan, Selasa (4/07/20).

Beatrix mengaku, ia bersama rekan petugas kesehatan lain banyak yang tidak diterima.

Padahal, sudah bekerja mulai sejak RSUD Deiyai dimulai buka pada tahun 2014.

“Kami jatuh bangun dengan berbagai kekurangan.

Para bidan itu hampir sering kerja tanpa ada bimbingan dan pengawasan dokter.

Tapi saat tes kemarin, bidan hanya lulus satu saja.

Padahal rumah sakit Deiyai itu butuh banyak bidan,” tutur Beatrix mata berkca.

Sementara Kordinator Asosiasi Pencaker Deiyai, Domin Badii mengaku ribuan Pencaker Deiyai kecewa.

Kekecawaan itu walaupun pihaknya telah berusaha sampaikan dalam sejumlah point.

Kekecewaan benar-benar terlihat ketika jawaban yang dinantikan semua Pencaker tak kunjung dapat.

Mereka semakin kecewa juga lantaran bupati Kabupaten Deiyai tidak hadir dalam pertemuan tersebut. (eby)