NABIRE – Harapan warga yang akan pulang ke Nabire setelah “terkurung” di luar daerah lantaran penutupan akses, saat ini belum terjawab, karena akses jalur udara maupun laut masih tertutup.

Para bupati yang tergabung dalam asosiasi bupati Meepago, baru menjanjikan jika akses jalur udara akan dibuka pada pekan depan.

Tetapi tidak untuk jalur laut (kapal, red), masih ditutup.

Soal kapan tanggal pastinya jalur udara direlaksasi, belum ada keterangan rinci.

Lagi-lagi warga masih harus menunggu pekan depan, akankah janji relaksasi akan terealisasi ? Para bupati wilayah Meepago, Rabu (24/6/20), bertemu di Kantor Bupati Nabire.

Ada kesepakatan yang dihasilkan dari hasil pertemuan yang turut dihadiri Forkopimda dan perwakilan instansi terkait se Meepago.

Sekretaris Asosiasi Bupati Meepago, Yakobus Dumupa kepada awak media mengatakan, dalam pertemuan hari ini membicarakan percepatan penanggulangan Covid-19 di wilayah Meepago ini,  para bupati wilayah Meepago menyepakati beberapa hal, diantaranya, pertama penanganan Covid-19 di wilayah Meepago terkendali.

Kedua, terang Yakobus Dumupa didamping Bupati Nabire, Bupati Paniai dan perwakilan Pemkab Deiyai dan Intan Jaya, membuka akses transportasi udara secara terbatas untuk rute penerbangan Jakarta - Jayapura - Nabire (PP) seminggu dua kali, dengan tentunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Terkait dengan pembukaan akses transportasi udara ini secara teknis akan diatur dan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Nabire, selaku kabupaten penyangga atau pintu masuk beberapa kabupaten lainnya di wilayah Meepago, selain Kabupaten Mimika. 

Menyangkut transportasi lainnya, kesepakatan bersama ketiga juga disepakati untuk transportasi laut tidak akan dibuka sambil mengikuti perkembangan Covid-19 di wilayah Meepago dan wilayah lain di Indonesia. 

Tambah mantan anggota MRP itu, untuk akses transportasi darat dan aktivitas masyarakat di wilayah Meepago tetap mengacu pada keputusan sebelumnya dan diatur oleh kabupaten masing-masing.

“Para bupati wilayah Meepago bersama seluruh komponen yang hadir dalam pertemuan telah bersepakat untuk melakukan upaya-upaya percepatan penanganan Covid-19 secara bersama-sama dengan dukungan dari seluruh komponen masyarakat dan pertolongan dari Tuhan yang Maha Kuasa,” ujurnya menambahkan, kesepakatan ini akan ditinjau kembali pada tanggal 8 Juli 2020 atau dua minggu mendatang.(wan)