NABIRE - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan langkah proaktif dengan memantau langsung stok dan harga pangan. 

Pemantauan ini menyasar sejumlah pasar sentral serta produsen di wilayah Nabire guna memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga hari kemenangan tiba.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjamin keterjangkauan harga dan akses pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa di bulan Ramadan ini, stok pangan tetap tersedia dan harganya tetap stabil sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita tanpa terbebani lonjakan harga," ujarnya saat ditemui pada Jumat (27/02/2026).

Pelaksanaan pemantauan yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 tersebut, melibatkan sinergi lintas instansi yang cukup luas. Selain Dinas Ketahanan Pangan dan TPID, tim monitoring juga diperkuat oleh kehadiran perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga Pangan serta BPKP Provinsi Papua Tengah. Keterlibatan berbagai lembaga ini bertujuan untuk memastikan aspek mutu dan keamanan pangan serta pengawasan harga di lapangan berjalan sesuai aturan.

Adapun lokasi yang menjadi fokus utama peninjauan meliputi Pasar Sentral Kalibobo, Pasar SP1 Bumi Raya hingga ke tingkat produsen telur. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap beberapa komoditas yang cenderung mengalami kenaikan harga setiap memasuki bulan Ramadan, seperti daging sapi, telur ayam ras, cabai rawit serta bawang merah dan bawang putih yang menjadi kebutuhan dasar dapur masyarakat.

Berdasarkan hasil monitoring, komoditas bawang merah memang menunjukkan kenaikan tipis pada Indeks Perkembangan Harga (IPH), namun ketersediaannya di pasar dipastikan masih sangat mencukupi. Sementara itu, harga daging sapi segar saat ini terpantau stabil di angka Rp200.000 per kilogram. Pemerintah terus berupaya agar harga ini tidak terus melonjak melalui berbagai strategi intervensi distribusi pasokan dari luar daerah.

Untuk menekan harga daging sapi, Pemerintah Kabupaten Nabire tengah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah guna mendatangkan pasokan daging beku. Rekomendasi telah diberikan kepada sejumlah pemasok lokal, termasuk Haji Waluyo, untuk mendatangkan daging sapi impor guna menambah stok di pasaran. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan harga melalui penambahan suplai yang signifikan.

Dinas Ketahanan Pangan mengalkulasi bahwa kebutuhan daging sapi di Kabupaten Nabire untuk periode Maret hingga April mencapai 46 ton. Jumlah ini diprediksi mampu memenuhi permintaan konsumen selama Ramadan dan Idul Fitri. 

Dengan masuknya daging sapi impor dari Australia yang berada di bawah pengawasan ketat Kementerian Pertanian, pemerintah optimis harga daging di pasar lokal dapat berangsur turun di bawah harga saat ini.

Yasor Victor Sawo menegaskan, kualitas dan keamanan pangan daging impor tersebut sangat terjamin. Ia berharap pasokan ini dapat tiba tepat waktu sebelum hari raya agar masyarakat tidak merasa ragu mengenai pemenuhan kebutuhan protein mereka. 

Dengan stok yang melimpah dan harga yang terjangkau, diharapkan stabilitas ekonomi dan ketenangan masyarakat di Kabupaten Nabire tetap terjaga sepanjang musim perayaan tahun ini.(sam)