Jalankan Aneka Program Pro Rakyat, Gubernur Meki: ASN Lebih Berdisiplin!

NABIRE - Datang dan pulang tepat waktu (berdisiplin) merupakan syarat mutlak mencapai keberhasilan dalam menjalankan kebijakan program pembangunan. Oleh karena itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Papua Tengah untuk membudayakan disiplin kerja guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan kemajuan daerah.
“Tidak lagi korupsi waktu. Korupsi selalu kita berpikir hanya uang. Tetapi korupsi waktu justru menjadi masalah besar selama ini,” tegasnya, saat memimpin apel gabungan bersama antara ASN, TNI dan Polri, di Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara lama Nabire, Kamis (17/07/25).

Pada kesempatan itu, Gubernur Meki menyerukan, ASN, TNI dan Polri mendukung penuh dalam mengiplementasikan sejumlah terobosan baru melalui aneka kebijakan pembangungan yang sedang dilakukan dan dikemas untuk memajukan Papua Tengah.
“Pada kesempatan ini saya meminta kepada seluruh jajaran ASN, TNI dan Polri mendukung full sejumlah program terobosan yang sedang dilakukan bersama Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos.,M.Si, dalam memajukan Papua Tengah,” serunya.
Karena Gubenur Meki mengagendakan di awal masa pemerintahannya akan meluncurkan aneka kebijakan pembangunan prokepada masyarakat, pada bulan Agustus mendatang.
“Bulan Agustus kita akan launching pendidikan gratis bagi SMA/SMK, kita mulai dari Nabire dan Mimika. Kita juga berkomitmen tahun depan akan lakukan program sampai ke bawah. Petani singkong, nelayan dan pedagang akan kita sentuh, kita sedang mengatur program. Supaya masyarakat melihat bahwa esok harus lebih baik dari hari ini,” bebernya merinci.
Untuk menjalankan semua kebijakan program pembangunan tersebut, Gubernur Meki kembali mengingatkan, kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah hanya diraih oleh kerja keras semua pihak melalui etos kerja dan berdisiplin.
Lantaran itu, Gubenur Meki menyoroti mindset dan cara kerja aparatur yang selalu berjam-jam menghabiskan waktu di media sosial. Sebab kata Dia, bermedia sosial hanya trik menguras jam kerja. Mestinya waktu harus digunakan untuk pelaksanaan tugas agar lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya minta, kita tidak boleh hidup terlalu lama di media sosial atau dunia maya. Media sosial tidak akan pernah menolong kita. Saya kasih istilah dulu di Paniai, hujan itu datang sendiri, tapi kalau kau ingin sukses, kau harus kerja. Karena hidup itu nyata,” seruan Gubernur dengan tegas.(you)
Bagikan artikel ini



