Jalan Samabusa Makimi Diaspal, 5 Jembatan Kayu Belum Dibangun Beton ?
NABIRE - Kondisi ruas jalan Samabusa Distrik Teluk Kimi hingga ruas jalan Distrik Makimi telah rampung diaspal, tetapi ada 5 jembatan kayu
Bagikan
NABIRE - Kondisi ruas jalan Samabusa Distrik Teluk Kimi hingga ruas jalan Distrik Makimi telah
rampung diaspal, tetapi ada 5 jembatan kayu yang hingga saat ini belum dibangun
jembatan beton atau permanen, sehingga 5 jembatan kayu ini kembali menjadi
sorotan masyarakat. Ruas jalan Sambusa hingga Distrik Makimi bukan saja digunakan oleh masyarakat Makimi,
melainkan juga masyarakat Distrik Napan, Wapoga dan Distrik Kepulauan Moora,
sehingga Pemerintah Kabupaten Nabire diminta untuk ikut memperhatikan 5
jembatan kayu tersebut. Sebab akses perekonomian masyarakat sangat tergantung
pada kondisi jalan dan jembatan yang layak. Dimana 4 jembatan yang belum dibangun tersebut berada pada ruas jalan Samabusa hingga Distrik
Makimi, sementara salah satu jembatan kayu yang dibangun pada tahun 1992, yakni
jembatan kayu sungai Mosairo yang menghubungan Kampung Lagari Jaya (SP2) dan
Kampung Biha (SP1) Distrik Makimi. Demikian dikatakan Wakil Ketua Dewan Adat Distrik Makimi Anton Batram Yoweni, kepada
Papuapos Nabire tiga hari lalu di Kampung Makimi seraya menambahkan, jika
pemerintah ingin membangun jalan yang mulus dan tak berlubang tentunya harus
disatukan dengan jembatan yang permanen, sehingga dapat mendukung akses
perekonomian masyarakat wilayah timur Nabire. Untuk itu, selaku tokoh adat wilayah Distrik Makimi sangat mengharapkan adanya dukungan dan
perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Nabire, sebab ruas jalan dan
jembatan yang ada bukan saja digunakan oleh masyarakat Distrik Makimi, tetapi
juga masyarakat 3 distrik pesisir dan kepulauan dan juga kabupaten tetangga
Waropen. Karena Tanjung Lagari yang terletak di wilayah Kampung Makimi kini sudah menjadi logpond
sandaran perahu jhonzon yang dipadati puluhan hingga ratusan orang setiap
harinya bersama hasil perekonomian yang hendak dijual ke kota Nabire guna
menjawab kebutuhan hidup masyarakat yang berdomisili di kampung–kampung wilayah
timur Nabire ini. Dengan demikian diharapkan Pemerintah Kabupaten Nabire tidak hanya bisa membangun ruas jalan
yang mulus, akan tetapi harus pula diikutkan dengan pembangunan jembatan beton
atau permanen sebagai satu paket pembangunan bagi masyarakat Nabire timur.(des)
Bagikan artikel ini



