Jaga Stabilitas Harga Pasca Nataru, Dinas Ketahanan Pangan Gelar GPM Mandiri

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di awal tahun 2026. Pada Jumat (09/01/2026), instansi tersebut menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara mandiri yang dipusatkan di Kios Pangan, halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, Sp., M.Si., menjelaskan kegiatan ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap dinamika harga pasar pasca perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, sejumlah komoditas pokok masih menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup signifikan sehingga diperlukan intervensi langsung.
Pelaksanaan GPM di awal tahun ini menjadi sebuah terobosan baru bagi Dinas Ketahanan Pangan Nabire. Jika biasanya pasar murah hanya identik dengan momen menjelang hari raya besar keagamaan, kali ini pemerintah justru fokus pada masa transisi pasca hari raya untuk memastikan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat tetap terkendali.
Tujuan utama dari gerakan ini untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire, agar daya beli masyarakat tidak tergerus oleh fluktuasi harga yang tidak menentu di awal tahun anggaran.
Berbeda dengan skema GPM berskala besar, pelaksanaan kali ini dilakukan secara mandiri oleh internal dinas. Hal ini berarti komoditas yang dijual berasal langsung dari stok kios pangan binaan dinas tanpa melibatkan distributor luar atau pelaku usaha swasta lainnya, sehingga proses distribusi bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
Sejumlah komoditas pangan pokok menjadi prioritas dalam penjualan di kios pangan ini. Masyarakat dapat memperoleh kebutuhan mendasar seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, gula pasir hingga minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar umum.
Antusiasme warga terlihat cukup tinggi sejak pagi hari. Yasor Victor Sawo mencatat bahwa pengunjung tidak hanya datang dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga sejumlah pegawai negeri yang turut memanfaatkan momentum ini. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan akan pangan murah sangat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat pasca pengeluaran besar di akhir tahun.
Pemerintah menyadari bahwa pasca perayaan Nataru, stok bahan pangan di dapur keluarga biasanya mulai menipis sementara harga di pasar seringkali melonjak. Dengan adanya GPM mandiri, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka tanpa harus terbebani biaya tinggi, sehingga ketahanan pangan keluarga tetap terjaga.
Keberadaan Kios Pangan di halaman kantor dinas tersebut dipastikan akan terus beroperasi setiap hari, tidak hanya saat momen GPM saja. Kios ini diproyeksikan menjadi instrumen permanen dalam menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan bagi seluruh warga di Kabupaten Nabire secara berkelanjutan.
Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Ruth Fanindi, seorang ibu rumah tangga yang hadir berbelanja. Ia menyatakan sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini karena selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan di bawah harga pasar, yang tentunya sangat meringankan beban ekonomi keluarganya.(sam)
Bagikan artikel ini



