NABIRE - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire (DKPN) resmi menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Lapangan Kodim 1705/Nabire, pada Kamis (18/12/2025). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam melayani kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire, perwakilan Kapolres Nabire hingga Dandim 1705/Nabire. Hadir pula Kepala Bulog Nabire bersama para distributor dan pelaku usaha pangan yang antusias memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nabire, Yasor Victor Sawo, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang menuntut ketersediaan pangan yang stabil di tengah masyarakat.

Selain perayaan hari besar, Yasor menjelaskan, GPM memiliki misi utama untuk mengendalikan angka inflasi di wilayah Kabupaten Nabire. Menurutnya, intervensi pemerintah sangat diperlukan agar dinamika harga di pasar tetap dalam batas kewajaran dan tidak membebani daya beli warga.

Ada tiga poin krusial yang disampaikan Yasor, terkait tujuan pelaksanaan GPM kali ini. Pertama, pemerintah berkomitmen penuh untuk menstabilisasi pasokan dan harga pangan di seluruh pelosok Kabupaten Nabire agar tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan barang.

Kedua, kegiatan ini bertujuan mempermudah akses bagi rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dapur mereka. Menjelang hari raya, kebutuhan akan bahan pangan biasanya meningkat tajam, sehingga GPM hadir sebagai solusi penyedia bahan pokok yang berkualitas namun ekonomis.

Tujuan ketiga, sebagai upaya konkret dalam menekan laju inflasi daerah. Yasor berharap melalui koordinasi lintas sektor ini, lonjakan harga yang sering terjadi di momen akhir tahun dapat diredam secara efektif melalui penyediaan stok yang melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah komoditi yang biasanya mengalami kenaikan harga di pasar tradisional dijual dengan harga di bawah standar pasar. Pemerintah menjamin bahwa masyarakat bisa mendapatkan selisih harga yang signifikan untuk membantu meringankan beban pengeluaran harian.

Yasor mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Ia berharap warga dapat berbelanja sesuai kebutuhan demi mencukupi stok pangan keluarga selama masa libur natal dan tahun baru mendatang.

Salah satu fokus utama dalam GPM ini adalah penanganan harga cabai rawit yang di pasaran umum telah menyentuh angka Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram. 

Melalui koordinasi TPID, pemerintah berhasil mendatangkan pasokan dari Surabaya dan Makassar sehingga dalam kegiatan ini cabai rawit dapat dijual jauh lebih murah, yakni pada kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Terkait komoditi bawang merah, Yasor mengakui bahwa Kabupaten Nabire belum mampu memproduksi secara mandiri sehingga harus didatangkan dari luar daerah. 

Ia memastikan bahwa sekitar 14ton stok bawang merah telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pergantian tahun nanti. Upaya koordinasi dengan pemasok luar daerah terus diperkuat guna menjamin stok tetap tersedia dan aman.

Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 16 distributor swasta serta Badan Urusan Logistik (Bulog). Yasor berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum GPM ini dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. 

Penjualan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi di akhir tahun.

Menutup sambutannya, Yasor Victor Sawo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para distributor dan pelaku usaha pangan di Nabire. Pemerintah Kabupaten Nabire berterima kasih atas dukungan berkelanjutan yang telah diberikan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan bagi seluruh masyarakat.(sam)