NABIRE - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah bersama Polres Nabire melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 36 Polda yang ada di Indonesia. Kegiatan GPM yang dilaksanakan oleh Polda Papua Tengah dan Polres Nabire ini bertempat di depan Aula Wicaksana Leghawa Polres Nabire, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri kepada seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia untuk menjaga stabilitas harga Bahan Pokok (Bapok) menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengatakan gerakan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan Sembako masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tidak menurun menjelang hari besar keagamaan.

“Gerakan pangan murah ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan kebutuhan sembako menjelang hari raya Idul Fitri tetap terpenuhi sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya, kepada awak media di sela berlangsungnya GPM tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi di daerah.

ementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Deni Herdiana, menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Untuk komoditas beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), semuanya menyiapkan sebanyak 10.000 kilogram atau 10 ton yang didistribusikan di dua lokasi, yakni Nabire dan Timika.

“Kuota beras SPHP yang kami siapkan hari ini sebanyak 10 ton. Terdiri dari dua titik, yaitu di Nabire 8 ton dan Timika 2 ton. Kami juga sudah menyiapkan cadangan 5 ton jika stok hari ini habis,” jelasnya.

Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga disediakan dalam program tersebut, di antaranya gula pasir 650 kilogram, minyak goreng 412 liter, serta telur sebanyak 4.500 butir.

Beras SPHP dalam kegiatan ini dijual dengan harga Rp58.000 per lima kilogram, karena diperoleh langsung dari Bulog sehingga dapat dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Dirbinmas menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ini bukan untuk perdagangan, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Kepolisian hadir untuk mendukung program pemerintah agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harga tetap stabil sehingga tidak terjadi inflasi di daerah,” katanya.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan tenteram sehingga situasi di Kabupaten Nabire tetap aman dan nyaman.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan agar Nabire tetap menjadi daerah yang damai dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.(agustinus)