Jaga Sitkamtibmas Intan Jaya, Tim Mediasi Masih Berjalan
NABIRE – Dalam rangka ikut menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Intan Jaya, tim mediasi yang dibentuk masih berjalan melaksanakan tugasnya. Tim yang masih bekerja saat ini, bukanlah seperti tim-tim biasanya yang didasarkan SK dengan susunan personil yang banyak. Karena tidak kecil resikonya, tim diisi oleh orang-orang yang mempunyai niat, tekad, keberanian untuk berkomunikasi dengan pihak seberang dalam hal ini TPN-OPM.

NABIRE – Dalam rangka ikut menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Intan Jaya, tim mediasi yang dibentuk masih berjalan melaksanakan tugasnya. Tim yang masih bekerja saat ini, bukanlah seperti tim-tim biasanya yang didasarkan SK dengan susunan personil yang banyak. Karena tidak kecil resikonya, tim diisi oleh orang-orang yang mempunyai niat, tekad, keberanian untuk berkomunikasi dengan pihak seberang dalam hal ini TPN-OPM.
“Untuk mencapai situasi yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya membantu dengan telah membentuk tim mediasi untuk berkomunikasi dengan pihak TPN-OPM. Tim adalah merka yang punya niat, tekad, keberanian untuk berkomunikasi dengan TPN-OPM. Tim yang dibentuk ini bukan yang heboh-heboh karena tim ini beresiko. Tim yang dibentuk tidak seperti tim lain yang didasari dengan SK, namun mereka tetap bekerja sesuai tugasnya,” tutur Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, ketika dimintai tanggapanya oleh Papuapos Nabire, beberapa hari lalu.
Selain itu, lanjut Bupati Natalis Tabuni, pemerintahannya juga ikut mengidentifikasi anggota masyarakat yang berbeda pendapat. Sehingga ketika dilakukan pendekatan mediasi juga akan tepat sasaran.
“Ini yang sedang kita jalankan. Tim mediasi ini sangat didukung oleh pihak TNI/Polri. Tim yang ada juga tidak bermaksud mengabaikan tugas pokok TNI/Polri, tapi justeru membantu agar kita berperan. Selain dari itu, pihak TNI/Polri juga telah membackup kekurangan-kekurangan yang ada,” tambahnya.
Pihaknya berharap dengan cara seperti ini, semakin hari semakin kondusif dan segera maksimal seperti kondusi Kabupaten Intan Jaya pada 5 tahun lalu.
“Kami juga berterima kasih kepada TNI/Polri yang telah menjaga keamanan di atas. Mereka (kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, red) di atas itu sebenarnya bukan jumlah yang besar dan memiliki fasilitas yang luar biasa. Hanya saja karena mereka punya senjata. Kalo tidak punya senjata pasti masyarakat sudah usir mereka. TNI Polri juga sudah melakukan tindakan hukum kepada para oknum yang jual beli senjata hingga masuk ke Intan Jaya. Walaupun mereka punya senjata tapi kalau tidak ada peluru pasti senjatanya akan jadi besi tua,” tuturnya.
Disinggung soal keberadaan PNS Kabupaten Intan Jaya yang masih banyak berada di luar daerah, kata Bupati Intan Jaya, PNS ada banyak di Nabire itu bukan karena tidak mau atau tidak ada keinginan mereka untuk bekerja di Intan Jaya. Hal ini terjadi karena takut dan merasa terancam ketika bertugas di Kabupaten Intan Jaya.
“Dalam posisi seperti ini kami pun memahami karena mereka juga memiliki keluarga. Bukan berarti tidak boleh melaksanakan tugas di Intan Jaya, mereka tetap seperti tadi, beberapa kepala distrik sudah Musrenbang di Intan Jaya. Mereka akan melaksanakan tugas di atas sampai betul-betul kondusif,” ujarnya. (ros)
Bagikan artikel ini



