Intan Jaya Rekrut CPNSD Akhir September Ini
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya akan menerima CPNSD Formasi Umum tahun 2013. Hal ini sesuai dengan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor : R/093/M.PAN-RB/08/2013 tertanggal 21 Agustus 2013. Jatah untuk Kabupaten Intan Jaya seb
Bagikan
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya akan menerima CPNSD Formasi Umum tahun 2013. Hal ini sesuai dengan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor : R/093/M.PAN-RB/08/2013 tertanggal 21 Agustus 2013. Jatah untuk Kabupaten Intan Jaya sebanyak 275 dengan perincian, tenaga guru sebanyak 83 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 82 formasi dan tenaga teknik sebanyak 110 formasi.
Penerimaan CPNSD Formasi Umum Kabupaten Intan Jaya, pendaftaran akan dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 27 September 2013 di Sugapa. Sementara pelaksanaan testing akan digelar pada tanggal 4 November 2013 di Sugapa.Mensikapi penerimaan ini, dikatakan Bupati Natalis Tabuni, SS, M.Si, mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya bersyukur karna telah mendapatkan jatah cukup banyak di tahun 2013 ini. Kabupaten Intan Jaya sebagai daerah yang baru, dengan diterimanya CPNSD akan menambah kinerja pemerintah yang lebih bagus untuk membangun daerah di Intan Jaya. “Perlu saya sampaikan, dengan formasi yang ada nanti pasti ada bidang-bidang tertentu yang pencari kerjanya ada namun formasi tidak tersedia. Dari sisi ini juga diharapkan supaya jangan salah paham, harap para pencari kerja maupun masyarakat umum menerima formasi yang memang sudah ditetapkan dari pusat ini. Saya harapkan ini bisa diterima sebagai suatu berkat dan bisa diikuti prosedur atau mekanisme yang berlaku terutama dengan mereka yang katakan yang ingin mau kerja,” ujar Bupati Natalis kepada media ini, Senin siang kemarin. Bupati Natalis Tabuni menegaskan, pemerintah tidak menginginkan ada nama, ada CPNS setiap bulan terima gaji tetapi tidak tahu kerja. Hal ini ditegaskan bupati dengan belajar dari pengalaman sebelumnya.“Pengalaman sudah berapa kali penerimaan yang sudah jadi PNS bahkan sampai dilantik menjadi eselon baik fungsional maupun struktural tetapi tidak menunjukkan kinerja dan niat yang baik,” tambahnya. Pemerintah, tegas Bupati Natalis, berpesan agar yang ikut tes di Kabupaten Intan Jaya berarti sudah tahu bahwa medan dan kesulitan di daerah ini. Sehingga bagi mereka yang mendaftar, kedepan dituntut komitmennya untuk siap bekerja dan mengabdikan diri di Kabupaten Intan Jaya. “Nanti dalam salah satu pernyataan bahwa siap ditempatkan dimana saja dari Sabang sampai Merauke. Dan Intan Jaya masih masuk dalam wilayah NKRI. Ketika sudah lolos tes, maka konsekuensinya ya harus mau mengabdi di daerah ini,” tutur bupati.Disinggung soal waktu pendaftaran cukup singkat sementara kemungkinan masih banyak pencari kerja yang berada di luar Kabupaten Intan Jaya, jawab bupati, hal-hal teknis seperti ini nanti akan dibicarakan oleh panitia yang dibentuk.“Pasti akan ada jalan keluarnya. Yang penting para pelamar siap diri, siapkan berkas-berkas mereka untuk pendaftaran. Karena dari pendaftaran sampai pelaksanaan tes itu waktunya cukup panjang,” tambahnya.Ditanya soal persyaratan terlebih khusus untuk legalitas ijasah, kata bupati, ijasah paket itu memang diakui secara nasional. Namun hal ini harus juga dipahami dengan baik soal ijasah paket. Yang seharusnya, yang dimaksud dengan paket adalah mereka yang benar-benar telah mengikuti proses belajar (sekolah), sehingga bukti akhir studi berupa ijasah paket itu adalah hal yang diakui. Hanya saja, jika ijasah paket itu diperoleh tanpa melalui proses belajar (sekolah) seperti yang seharusnya, tegas bupati, model seperti itu lebih baik tidak usah.“Soal persyaratan juga termasuk soal ijasah para pencari kerja ini akan dilakukan selektif oleh panitia. Karena dalam kepanitiaan nantinya juga akan melibatkan berbagai unsur, seperti dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan juga dari pihak keamanan,” pungkasnya. (ros)
Bagikan artikel ini


