MERAUKE - Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Kabupaten Intan Jaya menurut publikasi BPS, merupakan kedua tertinggi di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, diharapkan pemerintah Provinsi Papua untuk dapat memberikan bantuan subsidi angkutan udara dari Timika ke Sugapa untuk keperluan mobilisasi barang-barang kebutuhan 9 bahan pokok. Sementara itu, permasalahan paling mendasar di Kabupaten Intan Jaya adalah keterisolasian, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan biaya tinggi. Demikian dipaparkan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si saat Rakerda Bupati/Walikota se-Provinsi Papua di Merauke, beberapa hari lalu.Terkait masalah transportasi, kata Bupati Natalis, Kabupaten Intan Jaya yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat udara dengan kapasitas lapangan terbang yang sangat terbatas, maksimal hanya dapat didarati jenis pesawat dhc/twin otter.  Dengan persoalan ini, diharapkan gubernur dapat membantu Kabupaten Intan Jaya dalam pembangunan badar udara yang memiliki kapasitas lebih besar, dan percepatan pembangunan sarana transportasi darat ke kota terdekat.  Pada kesempatan itu, Bupati Natalis Tabuni menyampaikan laporkan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Intan Jaya.  Pada bidang pemerintahan, sebagai daerah otonom baru dengan usia penyelenggaraan pemerintahan daerah lebih dari 3 tahun, Kabupaten Intan Jaya telah menyelenggarakan pemerintahan umum dengan baik.  Dengan melakukan penataaan perangkat daerah, penyusunan RTRW, penataan personil, penataan administrasi keuangan dan penataan data wilayah kabupaten.  Termasuk dengan penetapan lambang daerah dengan falsafah “ondoma dangge inia   hanggia duadia” yang bermakna filosofis “lihat, berpikir dan bekerja untuk semua masyarakat Intan Jaya”. Wilayah administrasi  pemerintahan Kabupaten Intan Jaya terdiri atas 8  distrik dan 86 kampung.  Dari 8 distrik itu sudah termasuk 2 distrik baru yang telah direkomendasikan atau disetujui oleh pemerintah Provinsi Papua pembentukannya.  Luas wilayah Kabupaten Intan jaya kurang lebih 13.922 km persegi, dengan jumlah penduduk kurang lebih 90.045 jiwa, yang terdiri dari  laki–laki sebanyak 47.963 jiwa, dan perempuan sebanyak 42.082 jiwa. Data penduduk ini merupakan data base data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang akan diolah oleh KPU dalam rangka Pemilu Legislatif yang akan datang dengan jumlah pemilih 64.088 jiwa.Dipaparkannya, jumlah pegawai Kabupaten Intan Jaya sebanyak 1.037 orang. Sementara batas wilayah pemerintahan Kabupaten Intan jaya, di sebelah utara  berbatasan dengan Distrik Kirihi Kabupaten Waropen, di sebelah timur berbatasan dengan Distrik Doufo, Distrik Beoga dan Distrik Ilaga  Kabupaten Puncak, di sebelah selatan berbatasan dengan Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, tepatnya pada Distrik Sugapa di Ugimba/Puncak Cartenz, dan sebagian lagi pada Distrik Duma Dama Kabupaten Paniai, serta di sebelah barat berbatasan dengan Distrik Bogobaida Kabupaten Paniai dan Distrik Napan Kabupaten Nabire.Dijelaskannya, penyelesaian sengketa batas wilayah pemerintahan Kabupaten Intan Jaya dengan kabupaten-kabupaten disekitarnya sampai saat ini belum dapat dilaksanakan. Karena penyelesaian sengketa batas wilayah yang berimplikasi terhadap pengelolaan sumber daya alam diperlukan adanya fasilitasi dari pemerintah provinsi. Fasilitasi dari pemerintah provinsi dimaksudkan agar kabupaten-kabupaten yang berkepentingan dapat duduk bersama untuk menyusun agenda-agenda strategis dalam mencari solusi penyelesaian batas wilayah tersebut.Secara geografis Kabupaten Intan Jaya termasuk dalam daerah konsesi pertambangan PT. Freeport.  Untuk itu sudah sepatutnya Kabupaten Intan Jaya dapat ditetapkan sebagai daerah penghasil tambang bersama dengan Kabupaten Mimika. Sehingga dana bagi hasil pertambangan umum/royalti untuk Kabupaten Intan Jaya yang termasuk ke dalam wilayah konsesi tambang PT. Freeport tidak disamakan besarannya dengan kabupaten lain, yang wilayahnya tidak berbatasan langsung dengan Kabupaten Mimika.Terkait dengan kewenangan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai daerah otonom sesuai dengan amanat PP nomor 38 tahun 2007 untuk pelaksanaannya di daerah sampai saat ini belum ada supervisi/bimbingan regulasi teknis dari pemerintah provinsi.  Sehingga diharapkan pemerintah provinsi dapat mengatur lebih baik. Secara khusus agar ada pola kerjasama pembangunan, khususnya pembangunan jalan untuk membuka isolasi di Kabupaten Intan Jaya.Di bidang pendidikan, jelas Bupati Natalis, ada sejumlah indikator kemajuan di bidang pendidikan, terhadap peningkatan IPM di Kabupaten Intan Jaya. Pertama, anak-anak Intan Jaya yang belajar di beberapa perguruan tinggi di Indonesia terus meningkat, telah mencapai 500 orang lebih. Dengan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah daerah seperti penyediaan asrama dan pemondokan serta pemberian bantuan biaya pendidikan dari APBD Kabupaten Intan Jaya. Kedua, tingginya minat anak-anak Intan Jaya untuk masuk ke IPDN dan sekolah penerbang.  Sehingga dengan usia kabupaten yang masih relatif muda, anak Intan Jaya asli telah berhasil masuk IPDN sejumlah 7 orang dan pendidikan penerbang sebanyak 4 orang. Ketiga, meningkatnya sarana prasarana pendidikan, TK, SD, SLTP dan SLTA berdampak positif pada peningkatan angka partisipasi sekolah dari 34,37% tahun 2011 menjadi 35,08 tahun 2012 sebagai wujud dari program Intan Jaya pintar.Pengelolaan kewenangan di bidang pendidikan, dengan penetapan kebijakan gratis biaya sekolah untuk anak TK, SD, SLTP dan SLTA, serta penetapan kebijakan pemberian bantuan kepada para mahsiswa mahasiswi yang menempuh pendidikan tinggi. Masalah bidang pendidikan, kompetensi guru dan tenaga pendidik masih perlu ditingkatkan, dorongan dan motivasi kepada orang tua yang memiliki anak usia sekolah untuk menyekolahkan ankanya masih kurang. Rendahnya angka melek huruf perlu mendapatkan perhatian serius dengan menggalakan program paket a, b dan c.Ada sejumlah indikator kemajuan di bidang kesehatan, terhadap peningkatan IPM. Pertama, menurunnya angka kesakitan dari 27,37% menjadi 24,03% terutama penyakit dominan seperti TBC, ISPA, malaria berdasarkan data kunjungan ke Puskesmas. Kedua, meningkatnya usia harapan hidup. Ketiga, dibangunnya sarana dan prasarana kesehatan untuk peningkatan pelayanan. Keempat, Intan Jaya memberikan layanan gratis dengan adanya kartu sehat. Dengan hanya menunjukkan kartu sehat, maka pelayanan akan dilakukan secara tuntas sesuai dengan diagnosa dokter atau disebut dengan program Intan Jaya Sehat. Kelima, pencegahan kematian ibu hamil dan pertolongan ibu melahirkan telah dapat dilaksanakan melalui pelayanan di Puskesmas dan Pustu-Pustu seiring dengan telah dibangunnya berbagai sarana dan prasarana kesehatan termasuk penempatan tenaga medis dan paramedis seperti dokter tetap maupun dokter PTT, bidan dan perawat. Hasilnya adalah angka kematian ibu melahirkan telah menurun secara signifikan. Keenam, dalam rangka penanggulangan dan pencegahan jenis penyakit HIV/Aids, telah dilakukan sosialisasi melalui brosur di setiap Puskesmas, akan bahaya penyakit HIV/Aids yang sangat mematikan. Maka pentingnya sosialisasi langsung melalui tatap muka secara intens KPA provinsi.  Sampai saat ini komisi penanggulangan HIV/Aids belum terbentuk di Kabupaten Intan Jaya, dengan demikian dimohon fasilitasi dari KPA Provinsi Papua, dan Pemda Intan Jaya sudah mengalokasikan anggaran melalui APBD.Bidang infrastruktur, pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah melakukan pembangunan. Diantaranya, pertama, rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Intan Jaya, menempatkan Sugapa sebagai titik sentral menuju ke wilayah lain seperti Sugapa-Siriwo (kilo 100) melewati Wandai, Sugapa – Kabupaten Puncak melewati Distrik Hitadipa, Sugapa - Timika melewati Ugimba dan Sugapa -Waropen melewati Distrik Agisiga dan Mbiandoga.  Kedua, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dari Sugapa menuju Enarotali telah dibuka kurang lebih 80 Km. Dengan melewati Wandai distrik yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Paniai. Ketiga, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menuju Distrik Hitadipa telah mencapai 15 Km, pembangunan jalan tersebut secara bertahap terus dilanjutkan menuju ke Kabupaten Puncak. Keempat, langkah-langkah strategis selanjutnya adalah, merintis pembangunan jalan dan jembatan dalam rangka membuka isolasi daerah guna percepatan pembangunan sampai ke distrik-distrik. Agar dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat menuju pusat-pusat pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Kelima, pembangunan infrastruktur perhubungan udara. Perhubungan udara merupakan bidang prioritas dan strategis, karena arus barang dan jasa hanya dapat didistribusikan melalui transportasi udara. Untuk saat ini pintu masuk dan keluar Intan Jaya hanya melalui pesawat udara.“Untuk kelancaran akses ke Intan Jaya, telah dilaksanakan peningkatan kualitas lapangan terbang Sugapa melalui pengaspalan land