SUGAPA – Forum perangkat daerah yang digelar oleh BP4D Intan Jaya, merupakan ruang yang disediakan oleh BP4D untuk melakukan efisiensi dalam penyusunan anggaran program/kegiatan tahun 2020. Pertemuan ini sangat penting dan strategis untuk membahas berbagai program/kegiatan yang telah diusulkan dalam Renja perangkat daerah termasuk rasionalisasi kerangka pendanaan yang dialokasikan. Capaian kinerja program harus dipertajam agar benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Demikian sambutan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si saat pembukaan forum perangkat daerah Kabupaten Intan Jaya dalam rangka penajaman program/kegiatan Renja perangkat daerah tahun anggaran 2020, di Sugapa.Lebih lanjut dikatakan, pendekatan tematik, holistik, integtatid dan spasial (THIS) perlu dilakukan sehingga pada saat program dieksekusi akan memberikan hasil yang optimal. Dirinya mengharapkan semua perangkat daerah yang hadir dapat memberikan saran masukan yang positif dan konstruktif.“Jangan ngotot minta alokasi besar tetapi hasilnya tidak kelihatan. Kita semua harus menyadari bahwa pembangunan yang kita sedang dan akan terus laksanakan adalah amanah rakyat. Oleh karena itu utamakan kebutuhan masyarakat dan kurangi kebutuhan belanja aparatur,” tambahnya. Forum perangkat daerah ini, dapat dijadikan momen adu gagasan dan ide dalam mempertahankan Renja masing-masing namun perlu diingat adalah kemampuan keuangan daerah. Dirinya mengharapkan kepada pimpinan OPD pendanaan program/kegiatannya berasal dari beberapa sumber agar tidak ngotot mendapatkan alokasi besar dari DAU. Khususnya sumber DAK, diminta secara khusus kepada OPD yang memiliki sumber DAK agar memperbaiki tata kelola perencanaannya, pelaksanaan dan pelaporannya. Banyak OPD tidak mampu mendatangkan DAK yang signifikan karena tidak serius dalam mengawal usulannya, banyak dokumen pada tahap pengusulan yang tidak mampu dipenuhi seperti DED, study kelayakan, ketetapan lokasi, gambar, Rab dan lain sebagainya. Melalui forum ini bupati mengharapkan dapat menghasilkan terobosan-terobosan guna meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Khususnya menghasilkan program/kegiatan yang memiliki skala prioritas paling tinggi dengan daya ungkit yang paling besar yang akan dibiayai tahun anggaran 2020. “Khusus penanganan intervensi stunting sebagai prioritas nasional, saya minta kepada semua OPD yang terkait agar membangun koordinasi dan sinergi dalam melaksanakan program pengentasan stunting, difokuskan pada lokus-lokus yang telah ditetapkan secara nasional maupun yang akan kita tetapkan dalam skala daerah. Tim terpadu pelaksanaan intervensi stunting daerah Kabupaten Intan Jaya yang dibentuk berdasarkan SK bupati nomor 143 tahun 2019 dalam bekerja berpedoman kepada peraturan Bupati Intan Jaya nomor 12 tahun 2019,” tuturnya. (ros)