Implementasi Bosda di SMA Yapis Nabire, Ringankan Beban Biaya Siswa

NABIRE - Program sekolah gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai tahun 2025 kini mulai dirasakan dampaknya oleh satuan pendidikan. SMA Yapis Nabire menjadi salah satu sekolah yang menerima kucuran Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Program ini merupakan inisiasi Gubernur Papua Tengah untuk memastikan akses pendidikan yang lebih terjangkau bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SMA Yapis Nabire, Abdul Sukur, menjelaskan besaran dana Bosda yang diterima sekolah ditentukan berdasarkan jumlah siswa yang tercatat secara resmi di data Dapodik. Saat ini, SMA Yapis tercatat memiliki 93 siswa. Dengan perhitungan bantuan sebesar 1,5 juta rupiah per siswa, sekolah tersebut menerima total dana sekitar Rp139.500.000, untuk menunjang operasional pendidikan.
Dana Bosda ini secara khusus dialokasikan untuk membantu membebaskan siswa dari berbagai biaya sekolah. Kehadiran bantuan ini menjadi angin segar bagi orang tua murid, mengingat tujuannya adalah mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar tanpa terbebani biaya tinggi. Pihak sekolah berkomitmen mengelola dana tersebut secara transparan sesuai dengan peruntukannya.
Meski demikian, Abdul Sukur memberikan klarifikasi bahwa dana Bosda belum bisa membebaskan biaya sekolah secara total atau 100 persen. Hal ini dikarenakan adanya Petunjuk Teknis (Juknis) yang mengatur secara ketat penggunaan anggaran.
Terdapat beberapa komponen kegiatan sekolah tertentu yang menurut aturan tidak boleh dibiayai menggunakan dana Bosda tersebut.
Sebagai solusi untuk menutupi biaya kegiatan yang tidak tercover oleh Bosda, pihak sekolah mengambil kebijakan dengan melakukan penyesuaian biaya SPP. Jika sebelumnya siswa dibebankan biaya SPP sebesar Rp100.000 per bulan, kini tarif tersebut ditekan serendah mungkin menjadi hanya Rp30.000 per bulan bagi setiap siswa.
Kebijakan penurunan SPP yang drastis ini merupakan upaya nyata SMA Yapis dalam mendukung program Gubernur Papua Tengah. Dengan adanya subsidi dari pemerintah daerah, pihak sekolah berharap partisipasi pendidikan di Nabire terus meningkat dan beban ekonomi keluarga siswa dapat berkurang secara signifikan melalui efisiensi biaya operasional tersebut.(sam)
Bagikan artikel ini


