Imigrasi Biak Bentuk Timpora Awasi Orang Asing
NABIRE – Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Biak – Papua, membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora)
Bagikan
NABIRE – Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Biak – Papua, membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat Kabupaten Nabire. Tim ini, terdiri dari unsur pemerintah, TNI/POLRI serta kementerian/lembaga terkait di rumah makan Sari Kuning Nabire, Kamis (5/3). Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Biak, Edward Infaindan mengatakan bahwa pembentukan Timpora di Nabiree didasari Pasal 69 Undang-Undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dan peraturan menteri hukum dan HAM RI nomor 50 tahun 2016 tentang tim pengawasan orang asing. Tujuannya adalah, untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi serta sinergitas antara instansi terkait dalam pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing. "Ini adalah wadah sebagai tempat bertugar data dan informasi terkait dengan keberadaan dan kegiatan orang asing yang ada di Nabire. Jadi kita tidak antipasti (tidak suka) terhadap mereka tetapi mer ka yang asuk adalah orang yang betul – betul bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat di sini,” kata Edward Infaindan. Menurutnya, tim pora selaku leading sector (penggerak) diharapkan dapat menegakkan penegakan hukum bagi WNA agar berjalan dengan baik. Sehingga, mereka masuk bisa dideteksi sejak dini termasuk segala bentuk kegiatannya. Dan tugas imigrasi bukan sendiri melainkan bekerja sama dengan semua sector sesuai tupoksinya masing - masing dalam melakukan pengawasan. Hal ini, dalam memberikan rasa aman, baik terhadap keberadaan warga negara asing itu sendiri, maupun masyarakat. "Tugas timpora adalah memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan instansi terkait keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayahnya masing–masing,” tutur Infaindan. Sementara itu, Asisten III Sekda Kabupaten Nabire, La Halim, menyambut baik pembentukan tim PORA. Sebab kata La Halim, Nabire adalah pintu keluar masuk beberapa Kabupaten baik Kabupaten di daerah pesisir maupun pedalaman. Sehingga ia mengharapkan tim bisa menguppdate semua informasi tentang orang asing di Nabire dapat terpantau keberadaan dan kegiatannya. “Kami apresiasi dan berharap tim dapat bersigergi dalam mendapatkan dan berbagi informasi yang sedetail tentang keberadaan dan merekam dan mengawasi setiap pergerakan orang asing di daerah ini,” ujar La Halim. (pas)
Bagikan artikel ini



