WAGHETE – Hari Ulang Tahun (HUT) Perkawan Gereja Kemah Injil Kingmi Sinode Papua (GKIP) ke 23, tingkat Koordinator Deiyai pada 5 klasis dan 2 klasis persiapan, Kamis (13/9) kemarin dilaksanakan ibadah syukuran bersama dipusatkan di Aula Klasis Tigi Wakeitei Kabupaten Deiyai. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam merayakan HUT Perkawan GKIP ke 23 tersebut sebelum telah dilaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya lomba paduan suara dan cerdas cermat. Tema perayaan HUT Perkawan GKIP kali ini ‘Perempuan Kristen Seiman, Sehati, Sepikir Membangun Gereja Menyongsong Era Globalisasi,’.Ketua Koordinator Perkawan Deiyai Denci Edowai,S.MTh dalam sambutannya menyampaikan bahwa bersyukur bagimu Tuhan atas penyertaan Tuhan Yesus sejak kami hadir di bumi hingga saat ini dan saat kita kaum Wanita GKIP di Tanah Papua melakukan HUT Perkauwan ke 23 tahun 2013 ini.Yang kita rayakan ini, terangnya menandakan kebesaran Tuhan dalam kehidupan, sehingga dengan bertambahnya usia menuju kepada kemandirian umat sambil menanti kedatangan mari kita melakukan pelayanan ditengah era globalisasi yang begitu menglobal. Sementara itu, Bupati Deiyai Dance Takimai, A.Ks yang diwakili Asisten II Setda Deiyai, Frans Badii, BA mengatakan kaum wanita lakukan sesuai panggilannya. Sebab dari situlah terpancar cahaya pelayanan ditengah keluarga, kelompok dimana saja kaum wanita berada.Tambahnya, betapa hebatnya kaum wanita sekarang ini, khususnya wanita-wanita yang ada di Deiyai yang selalu siap tampil ditengah era globalisasi. “Sehingga sudah selayaknya kami pemerintah daerah mendukung program organisasi kewanitaan sebagai pendukung program pemerintah, agar tercipta suatu pelayanan di segala bidang,” papar Badii. Usai sambutan Bupati Deiyai, kegiatan HUT Perkawan GKIP ke – 23 Tingkat Koordinator Deiyai dilanjutkan dengan renungan yang dibawakan oleh Ev. DJ. Seryati Edowai,M.Th. Dalam renungannya, beliau menyampaikan bersuka cita atas bertambahnya usia kaum perempuan khususnya umat GKIP Sinode Papua. Sejarah sudah mencatat bahwa kaum hawa adalah kaum lemah, namun dengan pertolongan tangan Tuhan kita diperdayakan demi menyatakan kebenaran dan keadilan ditengah pelayanan dimana saja kita berada. “Ada sejarah Alkitabiah baik perjanjian lama dan baru sudah mencatat ada kaum hawa berani tampil menegakan lalu saat Yesus memikul salib sampai diliang kubur kaum wanita mendahuluinya,” tutur Seryati Edowai.Kemudian acara dilanjutkan lagi dengan pemotongan kado HUT yang dipandu oleh Ketua Panitia HUT Perkawan Koordinator Deiyai Debora Mote,S.Sos. Tak lupa pada kesempatan itu, Debora Mote menyampaikan betapa pentingnya  HUT kaum perempuan gereja di masa era globalisasi ini dengan pertolongan tangan TUHAN  YESUS sehingga kita bisa merayakan dengan suka cita dengan diwarnai dan diisi dengan berbagai kegiatan perlombaan seperti paduan suara, wanii, kuartet dan cerdas tangkas.(wan/badii)