Ibadah Bulanan IKKAN Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keharmonisan

NABIRE - Ikatan Kerukunan Keluarga Ambai Nabire (IKKAN), pada Sabtu (30/6/26) lalu melaksanakan ibadah vulanan di Rumah Keluarga Charles Waromi, SE., Sanoba, Nabire.
Ibadah bulan Mei ini menjadi tanggung jawab Keret Waromi sebagai tuan rumah dan penanggung jawab kegiatan.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Barend Karubaba sebagai Worship Leader, sementara pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Kendani Waromi dengan dasar Firman Tuhan dari Mazmur 133:1-3, yang berbicara tentang indahnya hidup dalam persaudaraan dan kerukunan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Kendani Waromi menekankan pentingnya orang Ambai yang hidup di Nabire untuk terus menjaga persatuan, saling menghargai, saling mendukung serta membangun hubungan yang harmonis baik dalam keluarga, sesama warga Ambai maupun dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Keharmonisan dan persatuan merupakan berkat Tuhan yang harus dipelihara demi kemajuan bersama. Ibadah tersebut dihadiri oleh Ketua Kerukunan Keluarga Ambai Nabire, Hugo Martinus Karubaba, Wakil Ketua I Welllem Tawai Waromi, Penasehat Hukum dan HAM IKKAN Purn. AKBP Alfius Waroi, para Ketua Keret di lingkungan IKKAN, para hamba Tuhan serta keluarga besar Serui Ambai yang berdomisili di Nabire.
Turut hadir pula tokoh-tokoh masyarakat Ambai, di antaranya Ketua Bamagnas Provinsi Papua Tengah Pdt. Joseph Wainggai, S.Th., serta Ketua BKSAG Kabupaten Nabire Pdt. Drs. Pilatus Waromi, MM.
Dalam sambutannya, Ketua IKKAN Hugo Martinus Karubaba menyampaikan pada tahun 2026 akan dilaksanakan Musyawarah Kerukunan Keluarga Ambai Nabire untuk memilih badan pengurus baru periode 2026–2031.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Ambai untuk menjaga kebersamaan, mendukung pelaksanaan musyawarah secara baik serta terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seusai ibadah, Tim Songgeri Kerukunan Ambai Nabire mempersembahkan puji-pujian kepada Tuhan dalam Bahasa Ambai. Lagu-lagu rohani yang dibawakan menjadi ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan melestarikan budaya Ambai di tanah rantau.

Mengakhiri kegiatan tersebut, seluruh keluarga besar Ambai yang hadir diajak untuk terus menghidupi Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam Mazmur 133:1. “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun Mahikai Kameai. Tafanduhi Tata, Taweboiri Ambori Tamutu. Kita bersama-sama, bersatu supaya kita kuat,” pungkasnya. (rob)
Bagikan artikel ini



